BSI Cetak Laba Bersih Kuartal I 2026 Rp 2,20 Triliun

BSI Cetak Laba Bersih Kuartal I 2026 Rp 2,20 Triliun
Foto: Ilustrasi BSI Cetak Laba Bersih Kuartal I 2026 Rp 2,20 Triliun.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI membukukan laba bersih sebesar Rp 2,20 triliun pada kuartal I 2026. Capaian tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 17,10 persen dibandingkan kuartal I 2025 yang bernilai Rp 1,88 triliun, seperti dilansir dari Investortrust pada Selasa (14/5/2026).

Kenaikan laba emiten berkode saham BRIS ini ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh 14,39 persen secara tahunan menjadi Rp 328,54 triliun. Total dana pihak ketiga juga meningkat 17,99 persen menjadi Rp 376,80 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 319,34 triliun.

Kualitas pembiayaan perseroan terpantau aman dengan rasio non performing financing gross berada pada level 1,80 persen. Sementara itu, total aset perusahaan tumbuh 14,78 persen dari Rp 400,883 triliun pada kuartal I 2024 menjadi Rp 460,13 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan komposisi segmentasi pembiayaan yang disalurkan oleh perseroan.

ÔÇ£Pembiayaan didominasi oleh segmen konsumer. Kami di BSI segmen terbesar konsumer, baru diikuti oleh wholesale dan ritel. Segmen konsumer dan emas ini mencapai Rp 154 triliun atau naik 17,5%,ÔÇØ ujarnya Anggoro, Direktur Utama BSI.

Penghimpunan dana masyarakat juga menjadi faktor penting yang mendorong profitabilitas bank syariah tersebut.

ÔÇ£Pertumbuhan laba ini didukung oleh pertumbuhan DPK dan dana murah yang tertinggi di industri. Ini tentu saja menunjukkan bagaimana kami menyasar segmen generasi muda yang kami edukasi untuk mulai mendaftar haji atau berangkat umrah sejak dini. Inilah salah satu penopang kami dari pertumbuhan DPK,ÔÇØ kata Anggoro, Direktur Utama BSI.

Manajemen perseroan menerapkan tiga strategi pokok guna menjaga kelanjutan kinerja positif, meliputi fokus dana murah, pembiayaan sehat, serta bisnis emas.

ÔÇ£Jadi itu penopangnya, dari pertumbuhan DPK yang sehat, pembiayaan yang berkualitas dengan NPG yang terjaga, sehingga profit bisa Rp 2,2 triliun di kuartal I 2026,ÔÇØ ucap Anggoro, Direktur Utama BSI.

Selain performa keuangan konvensional, transaksi digital melalui platform BYOND by BSI melesat 127 persen secara tahunan menjadi 198,9 juta frekuensi dengan volume transaksi Rp 233 triliun dari 6,55 juta pengguna. Transaksi QRIS juga melesat 76 persen menjadi 24,2 juta frekuensi dengan volume mencapai Rp 1,7 triliun.

Layanan melalui BSI Agen mencatat frekuensi transaksi 8,6 juta atau naik 15 persen dengan volume Rp 25 miliar. Volume transaksi pada mesin EDC menyentuh Rp 1,1 triliun dengan frekuensi 5,22 juta, sedangkan transaksi ATM dan platform BEWIZE masing-masing membukukan volume Rp 38 triliun dan Rp 187 triliun.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna memaparkan komitmen perusahaan dalam pengembangan ekosistem digital tersebut.

ÔÇ£Serta mampu mendukung pertumbuhan transaksi digital secara berkelanjutan,ÔÇØ ujarnya Anton Sukarna, Direktur Sales & Distribution BSI.

Artikel terkait

Rekomendasi