BSI Bagikan Dividen Rp1,51 Triliun dari Laba Tahun Buku 2025

BSI Bagikan Dividen Rp1,51 Triliun dari Laba Tahun Buku 2025
Foto: Ilustrasi BSI Bagikan Dividen Rp1,51 Triliun dari Laba Tahun Buku 2025.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun atau Rp32,81 per lembar saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta pada Selasa (5/5/2026).

Sebagaimana dilansir dari Suara, total dividen yang setara dengan 20 persen dari laba bersih tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Keputusan ini diambil sejalan dengan tren pertumbuhan kinerja keuangan perseroan yang solid sepanjang tahun 2025.

Realisasi laba bersih BSI tercatat mencapai Rp7,57 triliun, di mana 80 persen atau sekitar Rp6,05 triliun dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat fundamental perusahaan. Ekspansi pembiayaan yang sehat dan transformasi digital menjadi pendorong utama efisiensi layanan bank syariah terbesar di Indonesia ini.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan bahwa performa impresif perusahaan didukung oleh peningkatan dana murah (CASA) serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh.

"Fundamental yang kuat juga mendorong kepercayaan masyarakat terhadap BSI. Terbukti dari meningkatnya jumlah nasabah yang pada tahun 2025 mencapai lebih dari 2 juta orang, sehingga total nasabah kami mencapai 23 juta pada akhir tahun," ujar Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.

Manajemen menegaskan bahwa kebijakan dividen dijalankan secara seimbang demi menjaga imbal hasil optimal bagi pemegang saham sekaligus mempertahankan kekuatan modal. Saat ini, BSI juga telah mengantongi izin ganda sebagai bank syariah dan bullion bank atau bank emas.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyepakati sembilan agenda utama, termasuk penetapan remunerasi dan persetujuan laporan tahunan. Struktur pengurus perseroan juga mengalami perubahan guna mendukung keberlanjutan strategi bisnis.

Posisi komisaris kini diperkuat dengan pengangkatan Sigit Pramono ke dalam jajaran pengurus baru. Selain itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Cholil Nafis, turut diangkat menjadi komisaris pada bank pelat merah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi