BRI Targetkan Pertumbuhan Kredit UMKM Hingga 9 Persen Tahun 2026

BRI Targetkan Pertumbuhan Kredit UMKM Hingga 9 Persen Tahun 2026
Foto: Ilustrasi BRI Targetkan Pertumbuhan Kredit UMKM Hingga 9 Persen Tahun 2026.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memproyeksikan pertumbuhan penyaluran kredit pada kisaran 7 hingga 9 persen secara tahunan (yoy) untuk periode tahun 2026. Strategi ini difokuskan pada penguatan ekspansi di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merupakan basis bisnis utama perseroan.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menjelaskan bahwa perseroan memiliki ruang yang memadai untuk melakukan ekspansi berkat kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat. Langkah ini akan dilakukan secara selektif dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian, sebagaimana dilansir dari Money.

"Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," jelas Achmad Royadi, Direktur Finance & Strategy BRI.

Penyusunan target dalam Rencana Kerja Tahunan Perseroan (RKAP) 2026 tersebut didasari oleh keyakinan manajemen terhadap pemulihan dan prospek ekonomi nasional. Royadi menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memberdayakan pelaku usaha kecil di Indonesia.

"Proyeksi ini mencerminkan optimisme Perseroan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada segmen UMKM sebagai core business BRI," jelas Achmad Royadi, Direktur Finance & Strategy BRI.

Terkait apresiasi kepada pemegang saham, BRI telah menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp 52,1 triliun atau Rp 346 per lembar saham dalam RUPST yang digelar 10 April 2026. Jumlah tersebut mencakup dividen interim sebesar Rp 137 per saham yang telah disetorkan pada 15 Januari 2026.

Keputusan pembagian dividen ini merujuk pada capaian laba bersih konsolidasian tahun 2025 yang menyentuh angka Rp 57,132 triliun. Dari total keuntungan tersebut, sebanyak Rp 56,65 triliun merupakan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Selain kinerja korporasi, BRI memberikan panduan bagi investor pemula yang ingin masuk ke instrumen reksadana. Calon investor disarankan melakukan riset mendalam terhadap empat jenis produk, yakni pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham, guna menyesuaikan dengan profil risiko serta jangka waktu investasi yang diinginkan.

Proses memulai investasi dapat dilakukan dengan membuka rekening melalui manajer investasi, bank, atau platform daring secara praktis. BRI juga menekankan pentingnya diversifikasi portofolio dan pemantauan kinerja secara berkala untuk memitigasi risiko fluktuasi pasar dalam jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi