Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Haji resmi memulai Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 2026 untuk mengukur kualitas pelayanan bagi jemaah di Tanah Suci. Dilansir dari Detikcom, sebanyak 14.400 jemaah ditargetkan menjadi responden dalam pendataan yang berlangsung sejak Mei 2026 ini.
Metode yang digunakan dalam survei tahun ini mengalami pembaruan dengan fokus pemantauan perjalanan layanan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap tahapan yang dilalui jemaah mendapatkan evaluasi yang komprehensif oleh tim pengawas lapangan.
"Kami tidak hanya melihat hasil akhir atau output layanan saja, tetapi juga mendalami setiap proses yang dilaluinya," kata Dadang Hardiawan, Inspektur Utama BPS di Kantor Daker Bandara, Senin (11/5/2026).
Pemilihan responden dilakukan secara objektif melalui teknik probability sampling guna menghindari bias data. Langkah ini menjamin bahwa seluruh jemaah memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan penilaian terhadap fasilitas yang mereka terima selama menjalankan ibadah.
"Kami tidak pilih-pilih sampel. Semua jemaah memiliki peluang yang sama untuk memberikan penilaian, sehingga data yang dihasilkan benar-benar valid dan tidak hanya mengambil testimoni yang bagus-bagus saja," tutur Dadang.
Pengamatan SKLHI 2026 mencakup sembilan titik krusial, termasuk Madinah, Jeddah, dan fase puncak haji di Armuzna. Aspek yang dinilai meliputi administrasi, transportasi bus, kondisi tenda di Mina, hingga kualitas serta ketepatan distribusi katering bagi jemaah.
Hingga awal Mei 2026, petugas telah mengumpulkan sekitar 5.080 kuesioner menggunakan sistem Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI). Teknik pengumpulan data ini diperkuat dengan observasi lapangan dan wawancara mendalam untuk mendapatkan gambaran realita pelayanan yang akurat.
"Hasil survei ini akan menjadi kompas bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan layanan di masa mendatang. Hal-hal yang sudah bagus akan dipertahankan, sementara yang kurang akan segera dievaluasi demi kenyamanan tamu Allah," pungkas Dadang.
Laporan akhir mengenai tingkat kepuasan layanan haji ini dijadwalkan akan dipublikasikan kepada masyarakat pada bulan Juli atau Agustus 2026 mendatang. Data tersebut nantinya berfungsi sebagai rapor sekaligus acuan evaluasi bagi pemerintah dalam mempersiapkan penyelenggaraan haji musim berikutnya.