Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mulai memasuki fase aging population atau penuaan penduduk pada Selasa (5/5/2026). Dilansir dari Suara, kondisi ini ditandai dengan meningkatnya proporsi warga lanjut usia yang kini menyentuh angka 11,97 persen dari total populasi nasional.
Perubahan struktur demografi tersebut didasarkan pada hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025. Data menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam komposisi usia penduduk di tengah melambatnya laju pertumbuhan penduduk tahunan yang rata-rata berada pada angka 1,08 persen dalam lima tahun terakhir.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memberikan penjelasan mendalam mengenai temuan terbaru lembaganya terkait struktur kependudukan di Indonesia. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi perencanaan pembangunan ekonomi nasional ke depan.
"Saat ini Indonesia sudah memiliki proporsi penduduk lansia sebesar 11,97 persen. Kondisi ini tentunya menandakan aging population,ÔÇØ kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS RI.
Selain peningkatan jumlah lansia, BPS juga menyoroti penurunan angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR). Saat ini angka TFR Indonesia berada di posisi 2,13, sebuah angka yang dinilai semakin mendekati tingkat kelahiran pengganti populasi atau replacement level.
"Hasil Supas 2025 mencatat bahwa TFR Indonesia mencapai 2,13. TFR Indonesia terus menurun dari waktu ke waktu mendekati replacement level," ungkap Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS RI.
Meski menghadapi transisi penuaan penduduk, Indonesia tercatat masih berada dalam periode bonus demografi. Kelompok usia produktif masih mendominasi struktur kependudukan dengan persentase mencapai 68,98 persen yang mayoritas berasal dari lintas generasi.
"Lebih dari separuh penduduk, atau 68,98 persen, merupakan Generasi X, Milenial, dan Generasi Z yang menjadi sumber utama penduduk produktif,ÔÇØ kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS RI.
Situasi ini menjadi sinyal bagi pemerintah untuk menjaga produktivitas ekonomi sebelum komposisi penduduk produktif perlahan bergeser. Amalia juga menekankan adanya faktor perbedaan kondisi fertilitas di berbagai wilayah di Indonesia.
"Penduduk Indonesia tumbuh melambat dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk tahunan sebesar 1,08 persen dalam 5 tahun terakhir," ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS RI.
Disparitas antarwilayah menjadi poin penting mengingat daerah dengan tingkat kelahiran rendah berisiko lebih cepat mengalami penuaan penduduk. Fokus saat ini tertuju pada pemanfaatan sisa masa bonus demografi sebelum beban ketergantungan lansia meningkat.