Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang menunjukkan sebanyak 211 rukun warga (RW) di DKI Jakarta masih masuk dalam kategori kumuh pada Rabu (6/5/2026). Angka tersebut merupakan hasil finalisasi pendataan tahun 2025 yang diverifikasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Jumlah wilayah prasejahtera ini teridentifikasi melalui metode pemantauan yang menggabungkan pengecekan langsung di lapangan dengan penggunaan teknologi pemetaan digital. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh otoritas terkait di Balai Kota Jakarta sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa angka tersebut diperoleh dari proses sinkronisasi data yang ketat. Penentuan kategori wilayah dilakukan berdasarkan standar indikator kelayakan hunian yang telah ditetapkan.
ÔÇ£Dari hasil pendataan terakhir yang dilakukan tahun 2025 dan kemudian finalisasi angka di tahun 2026 maka yang teridentifikasi sebagai RW Kumuh adalah 211 RW kumuh,ÔÇØ ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.
Proses verifikasi pemukiman tahun ini diklaim memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi karena melibatkan pemanfaatan data geospasial. Amalia menekankan bahwa integrasi teknologi ini mempermudah identifikasi batas wilayah kumuh secara lebih detail.
ÔÇ£Ini merupakan hasil kombinasi antara pendataan lapangan dengan hasil citra satelit,ÔÇØ kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan bahwa meskipun masih ditemukan ratusan lokasi, tren pemukiman kumuh di ibu kota mengalami penyusutan drastis. Berdasarkan catatan pemerintah, terdapat penurunan lebih dari separuh jumlah RW kumuh dibandingkan data sembilan tahun lalu.
ÔÇ£Penurunannya kurang lebih 52,58 persen,ÔÇØ ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pramono memberikan catatan khusus terkait wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang masih memiliki konsentrasi penduduk sangat tinggi. Salah satu wilayah yang menjadi fokus perhatian serius pemerintah daerah saat ini adalah Kecamatan Tambora.
ÔÇ£Di Barat paling banyak dan itu memang di lapangannya hampir semua RW,ÔÇØ kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.