BPLJSKB Gunakan Boneka Uji Tabrak Seharga Rp8 Miliar untuk Keamanan

BPLJSKB Gunakan Boneka Uji Tabrak Seharga Rp8 Miliar untuk Keamanan
Foto: Ilustrasi BPLJSKB Gunakan Boneka Uji Tabrak Seharga Rp8 Miliar untuk Keamanan.

Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) memanfaatkan boneka khusus atau crash test dummy bernilai miliaran rupiah untuk menjamin tingkat keselamatan kendaraan dalam simulasi kecelakaan. Alat canggih ini ditempatkan di fasilitas pengujian BPLJSKB yang berlokasi di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Nilai investasi untuk satu unit boneka tersebut setara dengan harga rumah mewah guna memastikan akurasi data benturan. Penggunaan teknologi ini menjadi standar utama dalam sertifikasi kelayakan kendaraan bermotor di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Otomotif.

Kepala Laboratorium Passive Safety BPLJSKB, W Aris Munandar, mengungkapkan bahwa biaya pengadaan satu unit boneka uji ini hampir mencapai Rp8 miliar. Meski memiliki harga yang fantastis, alat simulasi ini dirancang untuk penggunaan jangka panjang dalam berbagai skenario pengujian.

"Satu dummy itu harganya hampir Rp 8 miliar. Tapi itu bisa dipakai berulang kali, kalau manusia kan tidak mungkin," kata Aris saat ditemui di fasilitas pengujian BPLJSKB di Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini.

Laboratorium saat ini mengoperasikan tiga kategori boneka uji yang disesuaikan dengan kebutuhan teknis pengujian yang berbeda-beda. Selain perangkat untuk tabrakan arah depan dan samping, tersedia pula unit tambahan yang mendukung pengujian standar New Car Assessment Program (NCAP).

"Fasilitas ini punya tiga dummy, masing-masing satu set untuk tabrak depan, tabrak samping dan kami juga punya tambahan beberapa dummy seperti cell dummy, bisa buat NCAP," ujarnya.

Perangkat ini dilengkapi dengan sensor presisi tinggi yang tertanam di bagian kepala, dada, leher, hingga kaki untuk merekam data tekanan dan gaya benturan. Aris menekankan bahwa pemeliharaan alat ini memerlukan prosedur ketat, termasuk penyimpanan di ruangan dengan suhu stabil selama 24 jam penuh tanpa henti.

"Ruangan ini selalu dingin 24 jam walaupun libur ini (AC) tetap menyala," kata Aris.

Pengaturan suhu ruangan yang konsisten sangat krusial karena komponen logam di dalam tubuh boneka dapat mengalami pemuaian jika terpapar panas. Ketidakkonsistenan suhu dapat mengakibatkan perbedaan tingkat kekerasan material yang berujung pada data pengujian yang tidak akurat antarwilayah global.

"Kalau panas rib sensitif, batang logamnya akan memuai, jadi tingkat kekerasannya akan berbeda. Jadi ketika diuji di beda tempat, di sini (Indonesia) atau Eropa, Amerika hasilnya tidak sama," ujarnya.

BPLJSKB menetapkan standar suhu ruangan antara 18 hingga 25 derajat Celsius untuk menjaga parameter pengujian tetap seragam secara internasional. Sinkronisasi data ini sangat penting agar hasil uji tabrak di Indonesia memiliki validitas yang sama dengan standar pengujian di negara lain.

"Maka itu untuk menyamakan standarnya parameternya harus sama. Temperaturnya kita jaga antara 18-25 derajat tapi kami setting di 20 derajat (celsius)," kata Aris.

Data yang terekam oleh sensor dummy tersebut menjadi fondasi bagi produsen dan regulator dalam mengevaluasi efektivitas fitur keselamatan aktif maupun pasif. Komponen seperti kantong udara, sabuk pengaman, hingga integritas struktur bodi kendaraan dinilai berdasarkan simulasi pergerakan manusia yang dihasilkan oleh boneka tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi