BPJS Kesehatan memperkuat transformasi layanan dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jakarta pada Kamis (23/4/2026). Langkah strategis ini diambil seiring capaian kepesertaan yang hampir mencakup seluruh penduduk Indonesia setelah beroperasi selama lebih dari satu dekade.
Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Rukijo, menyatakan bahwa program JKN telah mencatat kemajuan signifikan dalam sisi partisipasi masyarakat sejak tahun 2014, sebagaimana dilansir dari Money. Pencapaian ini menempatkan hampir seluruh warga negara dalam perlindungan jaminan kesehatan.
ÔÇ£Dalam perjalanan lebih dari 12 tahun ini, banyak kemajuan yang telah kita raih. Saat ini hampir 99 persen penduduk Indonesia sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan,ÔÇØ ujar Rukijo, Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.
Pihak manajemen mengakui masih ada tantangan operasional, terutama mengenai tingkat keaktifan peserta dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Banyak warga dilaporkan baru mendaftarkan diri atau mengurus administrasi saat jatuh sakit dan membutuhkan penanganan medis segera.
ÔÇ£Masih ada PR bagi kami, yaitu mendorong peserta yang belum aktif agar benar-benar memanfaatkan kepesertaannya. Selama ini masih banyak yang baru mengurus BPJS ketika sedang membutuhkan layanan kesehatan,ÔÇØ jelas Rukijo, Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.
Optimalisasi manfaat jaminan kesehatan juga memerlukan pemahaman mendalam dari masyarakat mengenai regulasi kepesertaan. Edukasi publik menjadi prioritas agar warga dapat menggunakan hak mereka secara lengkap dan sesuai prosedur.
ÔÇ£Kami ingin seluruh masyarakat memahami bagaimana jaminan kesehatan ini bekerja, sehingga bisa berperan aktif dan mendapatkan layanan secara lebih lengkap,ÔÇØ tambah Rukijo, Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menekankan bahwa sistem jaminan ini berlandaskan asas gotong royong antar peserta. Saat ini, frekuensi penggunaan layanan kesehatan oleh masyarakat telah mencapai jutaan transaksi setiap harinya.
ÔÇ£Program ini dibangun dengan semangat gotong royong. Saat ini setiap hari terjadi sekitar dua juta transaksi layanan kesehatan, yang menunjukkan tingginya pemanfaatan layanan oleh masyarakat,ÔÇØ ujar Prihati Pujowaskito, Direktur Utama BPJS Kesehatan.
Manajemen juga memberikan perhatian khusus pada pergeseran tren penyakit yang kini mulai menyerang usia produktif. Peningkatan kasus penyakit kronis pada kalangan muda memicu kebutuhan akan program pencegahan yang lebih masif.
ÔÇ£Kami melihat adanya peningkatan kasus hipertensi dan diabetes pada generasi muda. Ini menjadi perhatian bersama untuk mendorong upaya promotif dan preventif,ÔÇØ tegas Prihati Pujowaskito, Direktur Utama BPJS Kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, resmi ditunjuk sebagai Duta Kehormatan. Ia bertugas mengampanyekan pentingnya proteksi kesehatan kepada generasi penerus.
ÔÇ£Saya ingin menyampaikan kepada generasi muda bahwa hidup sehat itu dimulai dari sekarang, jangan menunggu sakit. Program JKN ini sangat penting karena kesehatan adalah kebutuhan dasar semua orang,ÔÇØ kata Raffi Ahmad, Duta Kehormatan BPJS Kesehatan.
Raffi turut menekankan bahwa gaya hidup disiplin dan pola pikir positif merupakan kunci utama dalam menjaga kebugaran tubuh. Komitmen menjaga kesehatan fisik dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa Indonesia.
ÔÇ£Hidup sehat itu dimulai dari pikiran yang positif, pola makan yang baik, dan rutin berolahraga. Saya sendiri masih aktif lari dan sudah mengikuti beberapa marathon dunia,ÔÇØ tegas Raffi Ahmad, Duta Kehormatan BPJS Kesehatan.