BPJPH Perkuat Sinergi Sertifikasi Halal Bersama 18 Lembaga Asal China

BPJPH Perkuat Sinergi Sertifikasi Halal Bersama 18 Lembaga Asal China
Foto: Ilustrasi BPJPH Perkuat Sinergi Sertifikasi Halal Bersama 18 Lembaga Asal China.

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melakukan pertemuan strategis dengan 18 lembaga halal luar negeri asal Republik Rakyat Tiongkok pada Selasa (28/4/2026) guna memperkuat kerja sama produk halal. Agenda ini bertujuan memantapkan kesiapan ekosistem halal menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026 mendatang.

Pertemuan bertajuk Courtesy Meeting & Discussion with China Halal Certification Bodies tersebut difokuskan pada penyelarasan standar jaminan produk halal antara Indonesia dan China, sebagaimana dilansir dari Nasional. Langkah ini diambil mengingat besarnya volume perdagangan kedua negara serta peran China sebagai salah satu produsen produk halal yang signifikan di pasar global.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk mempermudah akses pasar tanpa mengesampingkan aspek selektivitas produk yang ketat.

"Kami mengundang seluruh lembaga halal dari RRT untuk bersama-sama membangun ekonomi yang lebih baik dengan semangat saling menguntungkan bagi kedua negara. Dengan begitu, proses ekspor akan semakin mudah, tetapi tetap terseleksi," ujar Ahmad Haikal Hasan, Kepala BPJPH.

Penguatan kerja sama ini mencakup pengawasan menyeluruh terhadap rantai pasok. Fokus pengendalian tidak lagi terbatas pada bahan baku, melainkan meliputi tahap inspeksi, pengemasan, hingga sistem penyimpanan dan distribusi.

"Perusahaan yang sebelumnya hanya memperoleh sertifikasi halal pada produknya, ke depan juga diwajibkan memastikan proses pengemasan, penyimpanan, dan distribusi memenuhi ketentuan sertifikasi halal," jelas Ahmad Haikal Hasan, Kepala BPJPH.

Kebijakan pengendalian dari hulu ke hilir ini diterapkan guna meminimalkan potensi kontaminasi zat nonhalal pada produk luar negeri yang masuk ke pasar domestik. Ahmad Haikal menambahkan bahwa China sengaja menjadi prioritas pertama karena komitmen industrinya yang tinggi terhadap standar halal meski mayoritas penduduknya nonmuslim.

"Tidak ada salahnya kita belajar dari penerapan halal di China. Meskipun mayoritas penduduknya nonmuslim, mereka memiliki perhatian besar terhadap produk halal," imbuh Ahmad Haikal Hasan, Kepala BPJPH.

Forum ini dihadiri oleh berbagai lembaga sertifikasi ternama, termasuk Shenzhen One Gate Halal Centre, Halal Madani Certification and Inspection Service, hingga Islamic Food Research Centre (Hong Kong) Co., Ltd. BPJPH berencana melanjutkan inisiatif serupa dengan menggandeng lembaga halal dari kawasan lain, termasuk Eropa, demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor halal.

Artikel terkait

Rekomendasi