BPI Danantara Bentuk Perusahaan Makelar Ekspor Komoditas Baru

BPI Danantara Bentuk Perusahaan Makelar Ekspor Komoditas Baru
Foto: Ilustrasi BPI Danantara Bentuk Perusahaan Makelar Ekspor Komoditas Baru.

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mendirikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pada Senin, 18 Mei 2026, sebagai makelar ekspor komoditas nasional ke pasar asing. Langkah strategis ini diambil untuk menjembatani perusahaan komoditas domestik dengan pembeli internasional, seperti dilansir dari Suara.

Entitas swasta ini nantinya beroperasi sebagai perantara untuk perdagangan minyak kelapa sawit mentah (CPO), batu bara, serta paduan logam. Hingga saat ini, manajemen masih mematangkan struktur kepengurusan demi mengoptimalkan performa operasional perusahaan baru tersebut.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih memperkuat susunan direksi dan komisaris perusahaan. Saat ini, posisi struktural tersebut baru diisi oleh Harold Jonathan Dharma TJ sebagai komisaris dan Luke Thomas Mahony sebagai direktur.

"Ya ini kan kita lagi dalam tahap untuk menguatan tim. Nanti kita akan, nanti akan kita tampilkan fullnya tim," ujarnya Rosan Roeslani di Istana Kepresidenan, Jumat (22/5/2026).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM tersebut juga menambahkan bahwa pemilihan manajemen didasarkan pada kompetensi yang mumpuni di bidangnya. Rekam jejak para pimpinan dinilai selaras dengan kebutuhan sektor pertambangan dan komoditas.

"Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas gitu. Seperti kita bangun Danantara dulu," ucap Rosan Roeslani.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, struktur permodalan DSI terdiri dari Saham Seri A dengan modal dasar Rp 99.750.000 dan Saham Seri B sebesar Rp 250.000. Nilai per lembar saham ditetapkan sebesar Rp 250.000 untuk kedua seri tersebut.

Dari modal dasar tersebut, modal yang ditempatkan untuk Seri A adalah Rp 24.750.000 untuk 99 lembar saham, sedangkan Seri B senilai Rp 250.000. Selain itu, terdapat penyetoran modal tunai dari Danantara sebesar Rp 25.000.000 kepada DSI.

PT Danantara Investment Management (DIM) yang dipimpin Pandu Sjahrir bertindak sebagai pemegang saham mayoritas Seri A dengan kepemilikan 99 lembar saham. Sementara itu, sisa saham Seri B sebesar 1 persen dipegang oleh PT Danantara Mitra Sinergi.

Artikel terkait

Rekomendasi