BPDP Dorong Generasi Muda Kembangkan UMKM Hilirisasi Sawit

BPDP Dorong Generasi Muda Kembangkan UMKM Hilirisasi Sawit
Foto: Ilustrasi BPDP Dorong Generasi Muda Kembangkan UMKM Hilirisasi Sawit.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Majalah Sawit Indonesia menyelenggarakan Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit di AKPY-STIPER, Sleman, Yogyakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan mencetak wirausaha muda untuk memperluas hilirisasi komoditas sawit nasional.

Langkah strategis ini diambil guna memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan produk turunan sawit. Dilansir dari Industri, pemerintah menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda agar industri domestik tidak hanya bertumpu pada ekspor bahan mentah saja.

Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, memaparkan bahwa sektor sawit tetap menjadi pilar utama ekonomi serta penyumbang ekspor nonmigas yang signifikan. Peningkatan rasio kewirausahaan menjadi fokus utama lembaga tersebut saat ini.

"Rasio kewirausahaan kita masih sekitar 3%, padahal negara maju minimal 10%. Karena itu kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak entrepreneur muda berbasis sawit," ujar Helmi Muhansah.

BPDP saat ini telah menjalin kemitraan dengan 42 perguruan tinggi guna mendukung pendidikan vokasi dan sarjana di bidang perkebunan. Helmi menambahkan bahwa peluang bisnis di sektor ini sangat terbuka karena sawit memiliki ratusan jenis produk turunan bernilai tambah tinggi.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, memberikan dukungan terhadap inisiatif pengembangan kapasitas generasi muda tersebut. Menurutnya, kemampuan adaptasi peserta sangat diperlukan dalam menjaga daya saing industri nasional secara berkelanjutan.

"Gen-Z perlu didorong menjadi pelaku usaha yang adaptif dan kolaboratif dalam pengembangan sawit berkelanjutan," kata Bagus Rachman.

Peluang yang tersedia bagi UMKM tidak terbatas pada sektor pangan, melainkan merambah ke industri kreatif seperti kerajinan dan energi terbarukan. Hal senada diungkapkan oleh Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), Dr. Purwadi.

ÔÇ£Peluang bisnis sawit masih sangat besar, terutama untuk pengembangan produk-produk UKM,ÔÇØ ujar Purwadi.

Purwadi menekankan bahwa regenerasi sumber daya manusia merupakan kunci utama untuk mempertahankan dominasi Indonesia di pasar global. Ketua Pelaksana Workshop, Qayuum Amri, menjelaskan bahwa acara ini mengedepankan pendekatan praktik langsung kepada para peserta Gen-Z.

ÔÇ£Kami ingin Gen Z melihat bahwa sawit tidak hanya identik dengan perkebunan, tetapi juga bisa menjadi produk kreatif dan bisnis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,ÔÇØ kata Qayuum Amri.

Para peserta dijadwalkan mengikuti pelatihan teknis pembuatan produk oleofood di INSTIPER Bakery Academy pada hari kedua. Praktik tersebut mencakup pembuatan makanan seperti churros dan roti manis yang menggunakan bahan baku berbasis kelapa sawit.

Artikel terkait

Rekomendasi