BPBD Surabaya Verifikasi Temuan Buaya di Kawasan Mangrove Wonorejo

BPBD Surabaya Verifikasi Temuan Buaya di Kawasan Mangrove Wonorejo
Foto: Ilustrasi BPBD Surabaya Verifikasi Temuan Buaya di Kawasan Mangrove Wonorejo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya melakukan verifikasi lapangan terkait video viral kemunculan seekor buaya berukuran besar di kawasan mangrove Dusun Wonorejo, Surabaya, pada Senin (13/4/2026). Langkah ini diambil guna memastikan keamanan warga yang sering beraktivitas di sekitar lokasi tersebut.

Rekaman video yang diunggah oleh akun TikTok @syams.fishing memperlihatkan keberadaan reptil tersebut di bawah Jembatan Semanggi. Selain penampakan fisik, pengunggah video juga menunjukkan jejak kaki besar di area lumpur yang diklaim memiliki ukuran dua kali lipat telapak kaki manusia dewasa.

Dilansir dari Detik Travel, pihak Command Center 112 Surabaya menyatakan belum menerima laporan resmi dari masyarakat hingga video tersebut tersebar luas. Kendati demikian, petugas tetap dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penilaian risiko dan asesmen mendalam.

"Habis ini kita coba meluncurkan teman-teman untuk melakukan asesmen di sana," kata Arif Sunandar, Katinja Ops Kedaruratan BPBD Kota Surabaya. Ia menegaskan bahwa verifikasi langsung sangat krusial karena informasi di media sosial tidak selalu akurat mengenai lokasi kejadian.

Berdasarkan data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), wilayah perairan mulai dari Pintu Air Jagir hingga kawasan muara merupakan habitat alami bagi buaya. Oleh karena itu, otoritas setempat lebih mengutamakan pemberian imbauan daripada tindakan penangkapan paksa.

"Jadi kami nggak mungkin menangkap, mereka juga menyarankan kami untuk kasih himbauan biasanya kepada masyarakat. Sosialisasi kalau ada buaya untuk dijauhi, terus gak boleh bermain, nggak boleh mancing, nggak boleh berenang dan sebagainya," ujar Arif Sunandar menambahkan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD berencana memasang papan peringatan di area-area rawan untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar. Kawasan mangrove Wonorejo selama ini dikenal sebagai destinasi wisata serta lokasi favorit bagi warga setempat untuk memancing.

Petugas menegaskan bahwa evakuasi hanya akan dilakukan jika satwa tersebut masuk ke area permukiman warga atau jika ada laporan mengenai warga yang memelihara buaya namun tidak lagi mampu merawatnya. Satwa hasil evakuasi nantinya akan langsung diserahkan kepada pihak BKSDA untuk penanganan lebih lanjut.

Artikel terkait

Rekomendasi