Dunia bisnis global dikejutkan dengan kabar pemberhentian mendadak Chairman British Petroleum (BP), Albert Manifold. Keputusan pemecatan ini diambil secara resmi oleh dewan direksi raksasa energi asal Inggris tersebut pada hari Selasa kemarin.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa langkah tegas ini berkaitan dengan masalah tata kelola dan pengawasan. Selain itu, muncul pula tuduhan mengenai perilaku Manifold yang dianggap tidak pantas selama menjabat sebagai pemimpin tertinggi di BP.
Reaksi Keras Albert Manifold
Menanggapi pemecatan tersebut, Albert Manifold segera memberikan pernyataan resmi untuk membela diri. Ia mengecam keras keputusan dewan direksi dan membantah semua tudingan miring yang diarahkan kepadanya.
Melansir laporan dari AFP, Manifold menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam menghadapi tuduhan tersebut. Ia merasa narasi yang dibangun oleh perusahaan mengenai perilakunya sepenuhnya tidak benar.
Pernyataan resmi Manifold terkait tudingan tersebut:
- Ia membantah keras segala penggambaran negatif mengenai perilaku profesionalnya selama memimpin.
- Ia mengklaim diberhentikan secara sepihak tanpa adanya peringatan awal maupun penjelasan mendetail dari perusahaan.
- Ia merasa telah melakukan upaya maksimal dalam membenahi struktur internal dan efisiensi perusahaan.
Manifold menambahkan bahwa selama masa jabatannya, ia fokus pada pemotongan biaya dan pemberantasan pemborosan. Ia juga mengaku selalu menuntut standar kerja yang lebih tinggi bagi seluruh organisasi di BP.
Alasan di Balik Pencopotan Jabatan
Meskipun Manifold merasa telah bekerja maksimal, pandangan berbeda muncul dari internal dewan direksi. Berdasarkan laporan Financial Times, sejumlah direktur menganggap gaya kepemimpinan Manifold terlalu agresif dan dominan dalam mengendalikan perusahaan.
Amanda Blanc, seorang direktur independen senior di BP, mengakui bahwa Manifold memang membawa kecepatan dalam proses transformasi. Namun, dewan direksi mengaku sangat kecewa setelah menemukan adanya masalah serius pada pengawasan tata kelola.
Ringkasan profil kepemimpinan Manifold di BP:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Mulai Menjabat | Oktober 2025 (Menggantikan Helge Lund) |
| Fokus Utama | Transformasi bisnis, pemangkasan biaya, dan efisiensi standar. |
| Penyebab Konflik | Masalah tata kelola, perilaku agresif, dan pengawasan internal. |
| Dukungan Investor | Hanya mendapat 82 persen suara dukungan pada rapat tahunan terakhir. |
Data di atas menunjukkan adanya penurunan kepercayaan dari para pemegang saham dibandingkan masa kepemimpinan sebelumnya. Hal ini diperburuk dengan ketidakpuasan investor mengenai kebijakan pelaporan iklim perusahaan yang sempat memicu perdebatan panas.
Tekanan dari Pemegang Saham
Sebelum pemecatan ini terjadi, BP memang tengah menghadapi gelombang protes dari para investor pada rapat tahunan bulan lalu. Para pemegang saham secara tegas menolak resolusi yang dianggap akan melonggarkan komitmen perusahaan terhadap isu iklim.
Kondisi ini menempatkan posisi Manifold dalam tekanan besar, mengingat ia baru menjabat sejak Oktober tahun lalu. Ia menggantikan Helge Lund yang sebelumnya mundur setelah BP memutuskan untuk fokus kembali pada produksi bahan bakar fosil.
Kini, BP harus kembali menata manajemen puncaknya di tengah transisi energi global yang penuh tantangan. Publik masih menunggu langkah strategis apa yang akan diambil perusahaan untuk memulihkan kepercayaan pasar setelah skandal ini mencuat.