Volvo Car Indonesia memastikan kekuatan bodi lini kendaraan listrik penuh mereka tetap kokoh mempertahankan julukan khas Tank Swedia. Pembuktian tersebut salah satunya diterapkan melalui penguatan struktur pada model Volvo EX90 yang baru saja resmi diluncurkan di pasar Indonesia, seperti dilansir dari Detik Oto.
Kekuatan bodi yang tidak berubah ini dikonfirmasi langsung oleh pihak internal perusahaan otomotif asal Swedia tersebut. Struktur bawah kendaraan kini mendapatkan pembaruan teknologi material modern untuk meningkatkan aspek keselamatan bagi para penggunanya.
"Secara bodi, tetap bodi yang kokoh, kita nggak ngubah apa-apa. Bahkan, yang nggak dipromosikan di saat ini adalah, di Volvo EX90, sudah memakai mega casting juga di bawahnya," buka Ilham kepada wartawan di Jakarta belum lama ini.
Penggunaan komponen lempengan cetakan logam tunggal tersebut ditempatkan pada area belakang kendaraan. Penerapan teknologi ini berfungsi krusial dalam menyerap serta membagi energi benturan ke seluruh area bodi saat terjadi kecelakaan dari berbagai arah.
"Jadi ada satu lempengan casting, casting metal, di bagian belakang, itu membuat mobil lebih kokoh, jadi kalau misalnya kena side impact, dari belakang, dari depan, mega casting itu yang juga nge-absorb bebannya. Jadi di dalam dipastikan aman, karena dari mega casting itu sendiri, dia juga nge-absorb impact-nya, dan menyebarkannya ke bodi," sambung Ilham.
Manajemen menegaskan bahwa proteksi zona benturan pada bagian depan mobil listrik tetap setara dengan varian bermesin konvensional. Ketiadaan mesin pembakaran dalam di area depan tidak mengurangi ketahanan struktural dalam melindungi penumpang.
"Jadi kalau misalnya istilah tank, saya rasa sampai saat ini (masih layak disematkan), apalagi melihat EX90 dari luar, bodinya masih kokoh, walau karena dia plug-in hybrid, atau EV sekalipun. Jadi meski dia di depan nggak ada mesin, untuk menjaga crumple zone-nya, tetap strength-nya (kekuatannya) juga tetap sama," tukas Ilham, Product Planning Volvo Car Indonesia.