Bloodlines Familia MC Luncurkan Platform Digital Terintegrasi di Bandung

Bloodlines Familia MC Luncurkan Platform Digital Terintegrasi di Bandung
Foto: Ilustrasi Bloodlines Familia MC Luncurkan Platform Digital Terintegrasi di Bandung.

Komunitas motor gede Bloodlines Familia MC meluncurkan platform digital terintegrasi dan meresmikan badan hukum PT Inti Keluarga Nusantara di Kota Bandung pada Minggu (17/5). Langkah transformasi berbasis teknologi dan tata kelola profesional ini dilansir dari Media Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh pengurus serta anggota komunitas dari berbagai daerah di Jawa Barat, bersama tim pengembang dari PT Temika Cyber. Digitalisasi ini dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi organisasi yang kini jangkauan anggotanya sudah tersebar di berbagai kota.

ÔÇ£Selama ini kami mengelola keanggotaan, kegiatan, dan komunikasi secara manual atau melalui grup chat yang terpencar-pencar. Kami merasa sudah waktunya BLF punya ekosistem digital yang terpusat, satu platform yang benar-benar mencerminkan identitas dan nilai komunitas kami,ÔÇØ kata Ketua Bloodlines Familia MC, Pramu Widagdo Surachman.

Pramu Widagdo Surachman menilai bahwa perubahan ini menjadi strategi penting demi menjaga eksistensi organisasi pada masa depan. Penerapan teknologi digital dianggap krusial agar komunitas tetap relevan bagi para anggota dari generasi muda.

ÔÇ£Komunitas yang tidak bertransformasi secara digital akan semakin sulit mempertahankan relevansinya, terutama di mata generasi anggota yang lebih muda,ÔÇØ ujarnya.

Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur utama seperti kartu anggota digital, manajemen kegiatan, sistem keuangan, hingga media informasi resmi. Pengurus mengonfirmasi adanya beberapa hambatan koordinasi lintas daerah yang mendasari pembuatan sistem terpusat ini.

ÔÇ£Ada beberapa persoalan nyata yang selama ini kami hadapi, seperti data keanggotaan yang tidak terpusat, sulitnya koordinasi event lintas kota, ketidaktransparanan alur keuangan, dan tidak adanya media komunikasi resmi yang bisa menjadi wajah BLF ke publik,ÔÇØ jelas Pramu.

Sistem baru ini diharapkan mampu mempererat hubungan antaranggota dengan tetap mengedepankan nilai kekeluargaan. Struktur organisasi yang diformalkan juga dirancang untuk mengapresiasi kontribusi setiap anggota secara adil.

ÔÇ£Solidaritas bukan hanya dibangun di atas motor bersama, tetapi juga dijaga melalui sistem yang membuat setiap anggota merasa dihargai dan diakui,ÔÇØ katanya.

Selain merilis ekosistem digital, peresmian PT Inti Keluarga Nusantara dilakukan untuk memperluas jangkauan kerja sama eksternal. Legalitas hukum ini membuka peluang kolaborasi dengan industri otomotif, sektor pariwisata, hingga agenda sosial.

ÔÇ£Dengan platform digital dan legalitas melalui PT Inti Keluarga Nusantara, kami ingin membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dari industri otomotif, pariwisata, hingga program sosial kemasyarakatan,ÔÇØ ujarnya.

Langkah pengesahan badan hukum tersebut sekaligus menjadi penanda kesiapan organisasi untuk berkembang ke tingkatan yang lebih profesional. Struktur kelembagaan kini resmi diperbarui bersamaan dengan adopsi teknologi baru.

ÔÇ£Ini bukan sekadar upgrade teknologi, ini adalah deklarasi bahwa BLF siap tumbuh ke level berikutnya,ÔÇØ tegas Pramu.

Pihak pengembang menyatakan bahwa perancangan sistem dilakukan secara kolaboratif demi menyesuaikan kebutuhan spesifik dari komunitas motor tersebut. Karakter dan nilai kekeluargaan organisasi menjadi dasar utama dalam menyusun fitur aplikasi.

ÔÇ£BLF bukan sekadar klien biasa bagi kami. Ini adalah komunitas dengan identitas yang kuat, nilai kekeluargaan yang tulus, dan kebutuhan digital yang sangat konkret,ÔÇØ kata CEO PT Temika Cyber, Vicky Satriani Anggara.

Sistem ini dibuat terintegrasi agar dapat diakses melalui desktop maupun telepon seluler tanpa mewajibkan pengguna mengunduh aplikasi terpisah. Proses penyatuan berbagai fitur fungsional menjadi tantangan utama dalam perancangan antarmuka.

ÔÇ£Tantangan terbesarnya adalah mengintegrasikan fitur-fitur yang secara fungsional cukup kompleks seperti payment gateway, manajemen finance, dan digital card membership dalam antarmuka yang tetap mudah digunakan oleh anggota dari berbagai latar belakang,ÔÇØ ujarnya.

Vicky Satriani Anggara menjabarkan terdapat enam pilar utama dalam platform ini, termasuk modul keuangan, manajemen acara, dan halaman anggota terverifikasi. Transparansi iuran dan efisiensi koordinasi dinilai menjadi kebutuhan utama bagi komunitas yang sudah matang.

ÔÇ£Komunitas motor yang mature membutuhkan lebih dari sekadar grup chat. Mereka membutuhkan sistem yang bisa memvalidasi keanggotaan, mengelola iuran dengan transparan, mengkoordinasikan kegiatan dengan efisien, dan memiliki media untuk bersuara secara resmi,ÔÇØ katanya.

Pengembangan berikutnya akan diarahkan pada integrasi program sosial kemasyarakatan langsung ke dalam sistem digital. Rencana ini mencakup pengelolaan dokumentasi bakti sosial hingga sistem penggalangan dana.

ÔÇ£Salah satu aspirasi kami adalah mengintegrasikan program sosial BLF ke dalam platform, mulai dokumentasi kegiatan bakti sosial, penggalangan dana untuk kegiatan kemasyarakatan, hingga koordinasi dengan komunitas lain untuk program bersama,ÔÇØ ujar Pramu.

Manajemen menetapkan target agar seluruh anggota aktif sudah masuk dan terintegrasi penuh ke dalam ekosistem digital ini dalam jangka waktu satu tahun ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi