Biaya operasional untuk kendaraan sport utility vehicle (SUV) premium Mazda CX-60 diperkirakan mencapai kisaran Rp44,4 juta hingga Rp53,1 juta per tahun. Angka tersebut mencakup kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan pajak tahunan kendaraan berdasarkan penggunaan rutin di wilayah perkotaan.
Dilansir dari Otomotif pada Kamis (30/4/2026), penghitungan biaya ini merujuk pada pengalaman Jason, seorang pemilik Mazda CX-60 Elite lansiran 2023. Kendaraan bermesin 3.300 cc ini digunakan untuk mobilitas harian dengan jarak tempuh rata-rata 60 kilometer per hari.
Pengguna mobil premium tersebut memilih unit ini karena spesifikasi teknis dan tampilan visual yang berbeda dari model sebelumnya. Jason menyatakan bahwa peningkatan ke model ini didasari oleh performa mesin dan kualitas interior yang ditawarkan pabrikan asal Jepang tersebut.
"Sebelumnya saya memang sudah pemakai Mazda, mulai dari Mazda2 sampai CX-30. Saya memilih upgrade ke CX-60 karena mesin 3.300 cc inline-6 yang ditawarkan, dipadukan dengan desain eksterior yang besar dan gagah. Interiornya juga terasa mewah dengan detail dan warna yang sebelumnya tidak ada di model Mazda lain," ujar Jason, pemilik kendaraan.
Dari sektor konsumsi energi, operasional mobil ini membutuhkan pasokan BBM dengan kadar oktan RON 98. Jason mengalokasikan dana sekitar Rp550.000 setiap 5 hingga 6 hari, yang jika diakumulasikan dalam setahun berkisar antara Rp33,4 juta hingga Rp40,1 juta.
Selain bahan bakar, beban finansial tahunan juga berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pajak tahunan untuk tipe CX-60 ini berada pada rentang Rp11 juta hingga Rp13 juta, bergantung pada domisili dan regulasi setempat.
Meskipun biaya rutin tergolong tinggi, pemilik kendaraan mengaku belum terbebani oleh biaya pemeliharaan mesin. Hal ini dikarenakan adanya program layanan purnajual gratis yang masih berlaku untuk unit produksi tahun tersebut.
"Sangat baik, saya rasa mereka bekerja sebagai tim untuk aftersales. Sampai hari ini, salesperson saya masih sering kontak untuk bantu urusan aftersales atau sekadar kasih update," kata Jason.
Hubungan antara pemilik dengan pihak diler juga didukung oleh ketersediaan teknisi khusus bagi anggota komunitas. Skema layanan purnajual ini dikelola secara terintegrasi melalui tenaga penjual dan penasihat servis untuk menjaga kenyamanan konsumen.