Bank Indonesia Perkuat Intervensi Hadapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.400

Bank Indonesia Perkuat Intervensi Hadapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.400
Foto: Ilustrasi Bank Indonesia Perkuat Intervensi Hadapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.400.

Bank Indonesia (BI) menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (5/5/2026) masih sejalan dengan tren mata uang regional. Penurunan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik global yang terus berlanjut.

Dilansir dari Detik Finance, data Bloomberg pada Jumat (17/4/2026) mencatat posisi mata uang Negeri Paman Sam berada di level Rp17.400 pada pukul 09.02 WIB. Secara tahunan, dolar AS telah mengalami penguatan kumulatif sebesar 4,32 persen terhadap rupiah.

Data Pelemahan Mata Uang terhadap Dolar AS
Mata UangPersentase Pelemahan
Philippine Peso6,58%
Thailand Baht5,04%
India Rupee4,32%
Chile Peso4,24%
Indonesia Rupiah3,65%
Korea Won2,29%

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G. Hutapea, menegaskan bahwa posisi rupiah masih berada dalam jangkauan pergerakan pasar negara berkembang lainnya sejak konflik di Timur Tengah bermula.

"Pergerakan Rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).

Menyikapi tekanan global yang berlanjut, BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya. Otoritas moneter ini mengoptimalkan berbagai instrumen intervensi baik di pasar domestik maupun offshore.

"Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global," katanya.

Upaya stabilisasi tersebut mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Berdasarkan catatan perdagangan, dolar AS bergerak dalam rentang Rp16.079 hingga Rp17.404 selama 52 minggu terakhir.

Artikel terkait

Rekomendasi