Bank Indonesia Tetap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Lima Langkah

Bank Indonesia Tetap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Lima Langkah
Foto: Ilustrasi Bank Indonesia Tetap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Lima Langkah.

Bank Indonesia tetap mendorong pertumbuhan ekonomi domestik melalui berbagai instrumen likuiditas dan makroprudensial di tengah kebijakan yang berfokus pada stabilitas dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,25 persen pada Mei 2026.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan arah kebijakan moneter saat ini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, melainkan juga tetap menyokong pertumbuhan ekonomi nasional, sebagaimana dilansir dari Nasional.

ÔÇ£Jangan diartikan bahwa kalau moneternya pro stability Bank Indonesia tidak mendorong pertumbuhan ekonomi. Enggak, Bank Indonesia tetap mendukung pertumbuhan ekonomi,ÔÇØ ujar Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Pihak bank sentral menempuh lima langkah utama untuk merealisasikan komitmen tersebut, dengan tindakan pertama berupa penjagaan kecukupan likuiditas perbankan yang tercermin dari rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga di atas 25 persen serta pertumbuhan uang primer sebesar 14,1 persen.

ÔÇ£Likuiditas di pasar uang dan perbankan lebih dari cukup. Ini yang kami lakukan dari sisi moneter untuk mendukung pertumbuhan kredit dan ekonomi,ÔÇØ kata Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Langkah kedua dijalankan dengan menaikkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial yang hingga Mei 2026 telah disalurkan sebesar Rp 424,7 triliun kepada bank BUMN senilai Rp 214,2 triliun, bank swasta Rp 171,1 triliun, dan bank pembangunan daerah sebesar Rp 30,6 triliun.

Upaya ketiga diwujudkan melalui perluasan pelonggaran Rasio Intermediasi Makroprudensial dari sisi pendanaan serta penyaluran dana perbankan guna memperbesar ruang ekspansi kredit ke sektor prioritas.

ÔÇ£Daya dorong perbankan untuk mendorong pertumbuhan kredit itu diperluas,ÔÇØ ujarnya Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Pihak Bank Indonesia juga akan memberikan tambahan insentif likuiditas bagi perbankan yang mampu memenuhi ketentuan target Rasio Intermediasi Makroprudensial pada kisaran 84 persen hingga 94 persen.

Langkah keempat diimplementasikan lewat penguatan sinergi bersama pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, Komite Stabilitas Sistem Keuangan, perbankan, dan dunia usaha melalui program Percepatan Intermediasi Nasional atau PINISI.

ÔÇ£Kami bersinergi erat dengan pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mengatasi permasalahan baik dari sisi penawaran perbankan maupun permintaan dunia usaha,ÔÇØ jelas Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Strategi kelima difokuskan pada akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan implementasi QRIS antarnegara serta program Inclusive Digital Business Enterprises yang mengedukasi sekitar 800 tim usaha digital kecil.

ÔÇ£Di akhir tahun setidaknya ada 80 bisnis digital yang sudah bisa berkembang,ÔÇØ kata Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi