Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memesan 25.000 unit motor listrik merek EMMO untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia pada Sabtu (11/4/2026). Pengadaan kendaraan senilai Rp1,2 triliun tersebut menuai sorotan tajam karena keterbatasan infrastruktur purna jual produsen.
Dilansir dari Detik Oto, EMMO saat ini tercatat hanya memiliki satu dealer resmi yang berlokasi di Grogol, Jakarta Barat. Kondisi dealer tersebut dilaporkan belum sepenuhnya rampung, bahkan area ruang pamer masih terlihat kosong tanpa fasilitas bengkel yang memadai.
Ketidaksiapan jaringan servis ini memicu kekhawatiran mengenai pemeliharaan unit yang akan disebar ke Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) di berbagai daerah. Sebanyak 21.801 unit operasional lapangan dijadwalkan bakal beroperasi di seluruh pelosok tanah air.
"Untuk proyek Rp 1,2 triliun yang melibatkan 21.801 unit operasional lapangan di seluruh Indonesia, faktor reliabilitas jangka panjang, suku cadang, dan after-sales sangat krusial," ujar Yannes Pasaribu, pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Yannes menambahkan bahwa risiko gangguan operasional atau downtime akan jauh lebih tinggi bagi EMMO dibandingkan merek lokal mapan lainnya. Hal ini disebabkan oleh belum siapnya jejaring suku cadang dan layanan purna jual yang luas.
Selain masalah jaringan servis, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) motor listrik EMMO juga baru mencapai 48,5 persen. Angka tersebut dinilai relatif rendah untuk proyek skala besar sehingga nilai tambah ekonominya bagi industri dalam negeri dianggap kurang maksimal.
Kritik lain juga menyasar pemilihan model trail sebagai kendaraan operasional utama program distribusi makanan. Penggunaan motor trail dianggap kurang ergonomis bagi petugas perempuan atau ibu-ibu yang terbiasa menggunakan skuter matik, terutama saat mengenakan busana tertentu.
Meskipun secara fungsional motor trail cocok untuk medan berat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), desainnya dinilai tidak ramah bagi semua kalangan pengemudi. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana pembangunan bengkel rekanan oleh pihak produsen di luar Jakarta.