BFI Finance Catat Penurunan Laba Menjadi Rp354 Miliar

BFI Finance Catat Penurunan Laba Menjadi Rp354 Miliar
Foto: Ilustrasi BFI Finance Catat Penurunan Laba Menjadi Rp354 Miliar.

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) membukukan penurunan laba bersih sebesar 14,44 persen menjadi Rp 354,32 miliar pada kuartal pertama tahun 2026 akibat lonjakan beban yang melampaui pertumbuhan pendapatan perusahaan, Kamis (30/4/2026).

Dilansir dari Investortrust, penurunan keuntungan tersebut berbanding terbalik dengan total pendapatan perseroan yang justru mengalami kenaikan dari posisi Rp 1,65 triliun menjadi Rp 1,70 triliun.

Hingga akhir Maret 2026, total aset BFI Finance tercatat mencapai Rp 25,3 triliun dengan piutang pembiayaan yang tumbuh sebesar 5,5 persen secara tahunan.

Sektor pembiayaan modal kerja menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan nilai Rp 15,5 triliun atau menyumbang 57,8 persen dari keseluruhan portofolio perusahaan.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, perusahaan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 5,5 triliun, di mana segmen roda empat mendominasi sebesar 68,1 persen, diikuti alat berat dan mesin 15 persen, beragun properti 8,9 persen, serta roda dua 8 persen.

Kualitas pembiayaan perseroan masih berada di posisi aman dengan rasio non performing financing (NPF) bruto sebesar 1,57 persen dan neto 0,25 persen, yang berada di bawah rata-rata industri nasional.

Selain itu, perusahaan mencatatkan return on assets (ROA) pada level 7,0 persen, return on equity (ROE) sebesar 13 persen, serta tingkat gearing ratio yang terjaga ketat pada posisi 1,2 kali.

Pada periode awal tahun ini, emiten pembiayaan tersebut juga telah menuntaskan pembayaran kewajiban pokok beserta bunga Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2023 Seri C secara tepat waktu.

Atas kinerja operasional tersebut, lembaga Fitch Ratings Indonesia mempertahankan peringkat nasional jangka panjang BFI Finance pada tingkat 'AA-(idn)' dengan proyeksi masa depan yang stabil.

ÔÇ£Pendekatan selektif dan disiplin menjadi kunci dalam mengantisipasi volatilitas pasar serta menjaga fondasi keberlanjutan bisnis kami,ÔÇØ ujar Sutadi, Presiden Direktur BFI Finance.

Pihak manajemen berkomitmen untuk terus memperkuat struktur keuangan perusahaan melalui perluasan jaringan kemitraan dan pengelolaan manajemen risiko yang lebih ketat ke depan.

ÔÇ£Kami akan terus mengoptimalkan diversifikasi sumber pendanaan serta memperkuat kolaborasi strategis dengan para mitra. Dengan manajemen risiko yang solid, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,ÔÇØ kata Sutadi.

Artikel terkait

Rekomendasi