Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi sinyal bakal kedatangan emiten baru beraset jumbo dari sektor hiburan pengelola kebun binatang skala terbesar di Indonesia pada tahun ini. Rencana aksi korporasi tersebut dilansir dari Suara di Gedung BEI, Jakarta Selatan.
Calon emiten ini disebut-sebut memiliki nilai penghimpunan dana terbesar dalam antrean penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Langkah ini menarik perhatian pasar modal karena keunikan sektor bisnis yang ditawarkan.
ÔÇ£Kalau anak-anak ingin kita educate, ada kebun binatangnya. Itu kan relatif secara real bisa kita lihat,ÔÇØ ujar Nyoman, Direktur Penilaian Perusahaan BEI.
Pernyataan dari pihak otoritas bursa tersebut langsung dikaitkan pasar dengan nama Taman Safari Indonesia yang rumor rencana IPO miliknya sudah beredar sejak tahun lalu. Media DealStreetAsia pada April 2025 juga sempat melaporkan bahwa pengelola taman satwa itu sedang mempertimbangkan untuk melantai di pasar modal domestik karena kondisi keuangan yang kuat.
Langkah melantainya perusahaan rekreasi ini dinilai bisa menjadi indikator penting untuk membaca daya beli serta tingkat konsumsi masyarakat kelas menengah Indonesia pada sektor hiburan. Investor kini tengah mencermati daya tumbuh bisnis berbasis pengalaman di tengah tekanan ekonomi global.
Saat ini BEI mencatat ada 15 perusahaan dalam antrean IPO dengan 11 di antaranya masuk kategori perusahaan besar. Mayoritas calon emiten tersebut berasal dari sektor infrastruktur, kesehatan, consumer cyclical, dan consumer non-cyclical.
Pihak otoritas bursa menilai komposisi para calon emiten dalam antrean kali ini menunjukkan kualitas yang cukup solid. Seluruh proses pencatatan saham dari belasan perusahaan tersebut ditargetkan dapat rampung sepenuhnya hingga Agustus 2026.
Taman Safari Indonesia Group sendiri merupakan perusahaan swasta murni yang dimiliki dan dikelola secara tertutup oleh keluarga pendiri awalnya, yaitu Jansen Manansang, Frans Manansang, dan keluarga Tony Sumampau. Bisnis kelompok ini berawal dari grup Oriental Circus Indonesia.
Saat ini jaringan destinasi wisata konservasi yang mereka kelola meliputi Taman Safari Bogor, Taman Safari Prigen, Bali Safari & Marine Park, serta Jakarta Aquarium & Safari. Kini kelompok usaha tersebut juga sedang bersiap melakukan ekspansi pembangunan tempat wisata baru di kawasan Ibu Kota Nusantara.