Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (18/5) terjadi akibat akumulasi sentimen global yang berlangsung saat pasar domestik libur pada 14-15 Mei lalu.
Dilansir dari Detik Finance, pergerakan bursa saham di Asia mengalami koreksi besar selama dua hari libur tersebut, yang kemudian tekanannya terakumulasi dan berdampak pada pergerakan IHSG saat perdagangan dibuka kembali.
Penyebab koreksi ini dijelaskan lebih lanjut oleh Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, yang memantau kondisi pasar regional.
"Kalau kita cermati memang ketidakpastian di pasar kita masih cukup tinggi, tetapi kita juga melihat bahwa hari Kamis dan Jumat pasar kita libur. Nah, di masa kita libur itu, pasar global khususnya pasar Asia, itu juga mengalami koreksi," ungkap Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026).
Faktor eksternal ini dinilai dominan dalam memengaruhi psikologi pasar dalam negeri. Meski demikian, Jeffrey melihat pelemahan yang terjadi pada indeks domestik saat ini masih bergerak searah dengan dinamika bursa di Asia.
"Ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini. Jadi, saya rasa masih inline dengan global market, tetapi memang ketidakpastian di pasar kita itu masih cukup tinggi," jelasnya.
Menyikapi fluktuasi yang terjadi, manajemen otoritas bursa mengimbau para pemodal untuk tetap tenang dan rasional. Jeffrey menekankan pentingnya analisis data fundamental sebelum mengambil keputusan jual atau beli.
"Kami mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing. Karena kondisi pasar sangat dinamis dan ketidakpastiannya masih cukup tinggi," pungkasnya.
Pada perdagangan hari ini, nilai IHSG tercatat sempat merosot cukup tajam hingga melebihi angka 4 persen ke level 6.398,78. Namun, menjelang penutupan perdagangan, indeks berhasil memulihkan sebagian kekalahan dan menutup hari dengan pelemahan sebesar 1,85 persen di level 6.599,24.