PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi mendukung implementasi layanan QRIS antarnegara di China melalui aplikasi myBCA dan BCA mobile pada Rabu (6/5/2026). Langkah ini memungkinkan nasabah bertransaksi di China menggunakan QRIS dan turis mancanegara melakukan pembayaran pada merchant QRIS BCA di Indonesia.
Sebagaimana dilansir dari Money, perluasan jangkauan ini merupakan bagian dari upaya BCA dalam memperkuat ekosistem transaksi digital lintas negara. Inovasi strategis tersebut diinisiasi oleh Bank Indonesia guna memfasilitasi transaksi berbasis mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) secara efisien.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menjelaskan bahwa kehadiran layanan ini merupakan bentuk transformasi digital dalam sistem pembayaran nasional. Integrasi sistem tersebut juga ditujukan untuk mendorong efisiensi arus perdagangan serta investasi antarkedua negara melalui skema pembayaran yang lebih praktis.
"BCA menyambut baik implementasi QRIS Cross Border IndonesiaÔÇôChina sebagai bagian transformasi digital sistem pembayaran nasional. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi di luar negeri, sekaligus membuka peluang bagi merchant menerima transaksi dari turis mancanegara serta memperkuat konektivitas ekonomi dan pariwisata antara Indonesia dan China," kata Hendra, Presiden Direktur BCA.
Hendra menambahkan bahwa ekspansi layanan pembayaran ini sekarang sudah menjangkau enam negara berbeda bagi nasabah Indonesia. Selain di China, masyarakat dapat memindai kode QR untuk bertransaksi saat berada di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
"Melalui dukungan terhadap implementasi QRIS Cross Border, BCA berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi pembayaran digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah dan mendukung penguatan ekosistem transaksi digital lintas negara," tutup Hendra, Presiden Direktur BCA.
Berdasarkan data perusahaan hingga kuartal I-2026, penggunaan QRIS lintas batas melalui sistem BCA mencatatkan pertumbuhan signifikan. Total frekuensi transaksi mengalami kenaikan sebesar 355 persen secara tahunan, sementara nilai transaksi melonjak hingga 318 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.