BAZNAS Gulirkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Lampung

BAZNAS Gulirkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Lampung
Foto: Ilustrasi BAZNAS Gulirkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Lampung.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali meluncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026. Langkah ini diambil guna mentransformasikan ibadah kurban menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Dikutip dari Cahaya, program pemberdayaan berbasis peternakan ini menyasar peternak mustahik di berbagai wilayah. Salah satu titik fokusnya berada di Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Pusat peternakan yang berdiri sejak 14 September 2019 ini mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, spiritual, hingga pemanfaatan teknologi digital. Aktivitasnya tersebar di tiga wilayah, yakni Desa Rukti Endah, Desa Rama Yana, dan Desa Rejo Asri.

Pada awal pembentukannya, program ini membina empat kelompok peternak lokal. Kelompok-kelompok tersebut meliputi Rambon Asri, Barokah Mendho, Langgeng, serta Lumintu.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad memaparkan bahwa inisiatif kurban ini menjadi bukti nyata optimalisasi dana zakat.

"Kurban bukan hanya ibadah tahunan, tetapi instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Ketika masyarakat berkurban melalui BAZNAS, mereka tidak hanya membantu penerima manfaat daging kurban, tetapi juga memberdayakan peternak mustahik agar mandiri secara ekonomi," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Idy Muzayyad menambahkan bahwa penguatan ekosistem peternakan rakyat dilakukan lewat pendampingan intensif, penyediaan sarana produksi, hingga pembukaan akses pasar.

"Target kami bukan sekadar peternak bertahan hidup, tetapi naik kelas dari mustahik menjadi muzaki," tambah Idy Muzayyad.

Program Balai Ternak ini diakui membawa perubahan signifikan bagi taraf hidup masyarakat setempat. Indikator keberhasilan terlihat dari peningkatan kemampuan finansial keluarga peternak.

Ketua Koperasi Balai Ternak Lampung Tengah, Indra Sofwatama menjelaskan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh para anggotanya.

"Iya, jadi yang paling banyak ketara itu perubahan dari sekolah gitu. Alhamdulillah ada yang sudah bisa masuk ke perguruan tinggi. Terus, kemudian dulu ada anggota kami yang rumahnya masih, mohon maaf, masih gribik, itu sekarang setelah panen kambing bisa bangun rumah semipermanen," katanya kepada awak media di Balai Ternak Lampung Tengah, kepada Kompas.com, Jumat (22/5/2026).

Indra Sofwatama menuturkan, kehadiran Pabrik Pakan Yufeed menjadi inovasi strategis untuk memangkas biaya operasional. Koperasi berhasil memproduksi pakan berkualitas dari bahan baku lokal.

"Jadi kami kelola pabrik pakan Yufeed, kemudian kita kemas dan kita distribusikan. Dan alhamdulillah kita juga sudah menembus pasar di Bandung untuk produksi pakan, eh, silase itu sampai dengan Sumatera Selatan kalau untuk distribusi pakan silase," ujarnya.

Manfaat serupa dirasakan oleh Siswanto (50), salah satu peternak binaan yang mengalami perubahan pola pengelolaan ternak sejak bergabung dengan BAZNAS.

"Alhamdulillah, yang jelas dari segi pembelajaran kami secara beternak, kami sudah tertata. Yang kedua, kemanfaatan dari awalnya kami memelihara kambing itu satu atau dua, sekarang sudah banyak. Dan kami bisa tularkan ke teman-teman di sekitar kami. Jadi, dulu kan ada pembelajaran untuk memelihara ternak, segala macam, caranya menyuntik," tuturnya.

Siswanto menyebutkan bahwa intervensi pendampingan juga menyentuh aspek spiritual dan sosial. Kelompoknya bahkan mampu membantu warga lain agar menjadi peternak produktif.

"Jadi, ada dulu yang kami bantu. Salah satu orang yang kami bantu kebetulan suaminya meninggal. Kami bantu dengan dua kambing. Dalam waktu satu tahun, kambing itu sudah jadi empat. Nah, kambing itu akhirnya dijual untuk modal beli sapi," katanya.

Prioritas Zakat Produktif dan Fasilitas Modern

Pengembangan klaster logistik peternakan ini diarahkan untuk menciptakan efek ekonomi yang berlipat di tengah masyarakat.

Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Lampung Tengah, Ikhlas Transada menerangkan esensi penyaluran bantuan dana zakat tersebut.

"Jadi, bantuan dari muzaki itu kita coba untuk zakat produktif seperti balai ternak ini, ada juga lumbung pangan. Tapi kalau di tempat kita lebih yang sifatnya produktif daripada konsumtif. Jadi, biar ada manfaatnya. Kalau konsumtif kan hanya untuk makan sekadarnya saja seperti itu," ujarnya.

Kawasan Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah kini dilengkapi prasarana modern seperti kandang karantina, hotel ternak, rumah kompos, hingga sekretariat bersama.

Pengelolaan data ternak dan keuangan kelompok juga mengadopsi sistem digital melalui aplikasi SIRENA (Sistem Identifikasi dan Recording Ternak) serta SIEMBE.

Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dijalankan dengan prinsip Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Penyaluran hewan kurban ditargetkan menyasar wilayah 3T, daerah rawan pangan, serta kawasan bencana menggunakan metode distribusi segar maupun format Kurban Kaleng.

Artikel terkait

Rekomendasi