Aroma tidak sedap kembali tercium di sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Palmerah, Kelurahan Gelora, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026). Bau pesing yang menyengat tersebut diduga bersumber dari aktivitas sejumlah oknum tunawisma yang sering bermalam di area kolong jembatan yang tertutup.
Kondisi ini dilaporkan muncul kembali setelah sebelumnya sempat dilakukan upaya pembersihan oleh pihak terkait. Dilansir dari Megapolitan, tumpukan sampah terlihat berserakan di celah gorong-gorong yang terletak di sisi tembok bawah JPO, yang memperparah situasi di lokasi tersebut.
Firdaus, seorang pengemudi ojek daring yang beroperasi di kawasan tersebut, memberikan kesaksian mengenai aktivitas pada malam hari. Ia menduga para tunawisma yang tidur di area JPO menjadi penyebab utama munculnya aroma tidak sedap tersebut.
"Kadang tuh kalau nge-bid tengah malam itu suka ada yang pada tidur di JPO kan, nah mereka itu yang pada buang air di situ, jadinya bau. Padahal kemarin udah dibersihin pakai karbol," ungkap Firdaus.
Menurut pengamatan pengemudi berusia 36 tahun tersebut, tidak ditemukan aktivitas yang mencurigakan selama siang hingga sore hari. Namun, dampak dari bau tersebut sangat dirasakan oleh pengguna jasa transportasi daring maupun warga yang sedang berada di warung-warung trotoar terdekat.
"Ini di sini kan sempit, enggak banyak tempat buat ngetemnya, tapi malah bau, kasihan ini sebelah ada warung kopi jadi enggak nafsu orang," keluh Firdaus.
Firdaus berharap pihak berwenang seperti petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau Satpol PP dapat segera melakukan tindakan tegas. Ia menegaskan dukungannya terhadap upaya penertiban agar fasilitas umum yang sudah diperbaiki tetap terjaga kebersihannya.
"Saya mah mendukung (ditertibkan) kan ini sayang udah bagus-bagus kalau malah dipakai begini (buang air sembarangan), jorok banget padahal zaman sekarang mah di Jakarta masih aja ya ada yang seperti itu," tutur Firdaus.
Keluhan serupa juga datang dari pengguna transportasi umum yang melintas di kawasan tersebut. Yanuar, warga Kemandoran yang sering transit di Palmerah, mengaku merasa mual saat harus menunggu kendaraan di lokasi yang berbau tajam tersebut.
"Bau sih memang, lumayan lah mengganggu. Eneg kadang nyiumnya," kata Yanuar.
Yanuar menyebutkan bahwa persoalan ini bukanlah masalah baru di Stasiun Palmerah melainkan kendala yang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Meskipun sempat ada perbaikan kondisi pada awal 2026, bau pesing kembali muncul secara intens dalam sepekan terakhir.
"Sebenernya saya commuting di sini tuh dari dulu emang sering kecium bau, tapi udah sempat dibersihin kan, ini baru beberapa hari ini bau lagi," ucap Yanuar.