Umat Islam Masuki Batas Akhir Puasa Syawal 1447 H April 2026

Umat Islam Masuki Batas Akhir Puasa Syawal 1447 H April 2026
Foto: Ilustrasi Umat Islam Masuki Batas Akhir Puasa Syawal 1447 H April 2026.

Umat Islam di Indonesia memasuki hari-hari terakhir pelaksanaan ibadah puasa sunnah enam hari pada bulan Syawal 1447 Hijriah yang dijadwalkan berakhir pada tanggal 17 dan 18 April 2026. Pelaksanaan ibadah ini dapat dilakukan secara berurutan maupun terpisah selama masih berada dalam kurun waktu bulan Syawal.

Penetapan akhir bulan Syawal tahun ini memiliki perbedaan waktu antara ketetapan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah. Dilansir dari Detikcom, perbedaan ini merujuk pada penetapan awal 1 Syawal yang tidak bersamaan pada Maret lalu.

Kalender Hijriah 2026 versi pemerintah mencatat bulan Syawal akan berakhir pada Sabtu, 18 April 2026. Hal tersebut didasari atas keputusan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan batas akhir Syawal jatuh sehari lebih awal yakni pada Jumat, 17 April 2026. Keputusan ini mengikuti Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menetapkan awal Syawal pada Jumat, 20 Maret 2026.

Ibadah sunnah ini memiliki landasan hukum yang kuat dalam ajaran Islam dengan janji pahala yang besar bagi para pelaksananya. Rasulullah SAW memberikan penjelasan mengenai keutamaan tersebut dalam sebuah riwayat.

"Barang siapa berpuasa bulan Ramadan kemudian melanjutkannya dengan puasa enam hari bulan Syawal, maka ia seperti puasa sepanjang tahun." sabda Rasulullah SAW, dalam hadits dari Abu Ayyub RA yang diriwayatkan oleh Muslim.

Janji pahala yang setara dengan berpuasa setahun penuh tersebut menjadi motivasi utama bagi umat Islam untuk menyempurnakan ibadah setelah bulan Ramadan. Penegasan mengenai niat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan puasa sunnah ini.

"Saya niat puasa besok pada bulan Syawal sunnah karena Allah Ta'ala." bunyi arti niat tersebut, sebagaimana dikutip dari buku Kedahsyatan Puasa karya M. Syukron Maksum.

Pembacaan niat tersebut dapat diamalkan di dalam hati sebelum memulai ibadah puasa pada keesokan harinya. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan penanggalan masing-masing organisasi atau pemerintah agar tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan.

Artikel terkait

Rekomendasi