Aksi kriminalitas di tingkat kabupaten akan ditekan melalui pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan oleh prajurit TNI yang tergabung dalam batalyon teritorial pembangunan. Rencana pengamanan wilayah tersebut disampaikan dalam rapat Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, pada Selasa (19/5/2026).
Langkah penanganan ini diambil karena adanya kekosongan pasukan TNI di sejumlah kabupaten sebelum batalyon teritorial pembangunan dibentuk. Akibatnya, wilayah yang tidak memiliki prajurit tersebut sering menghadapi masalah kriminalitas dan aksi begal yang besar, sebagaimana dilansir dari Nasional.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa personel TNI nantinya bakal melaksanakan patroli keliling di daerah tempat mereka bertugas. Operasi pengamanan wilayah ini akan didukung oleh fasilitas kendaraan dari industri pertahanan domestik.
"Dan ini adalah tugas dari batalyon teritorial pembangunan dengan melakukan patroli keliling dengan kendaraan yang disiapkan oleh industri pertahanan, baik itu kendaraan listrik maupun kendaraan non-listrik," ujar Sjafrie dalam rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Peningkatan intensitas patroli tersebut diharapkan mampu membangkitkan lagi partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan. Menurut Menhan, kehadiran prajurit di lapangan secara langsung berdampak pada penurunan angka kejahatan di wilayah yang sebelumnya rawan.
"Bisa membangun sistem keamanan lingkungan, siskamling, yang tadinya itu menurun sekarang siskamling hidup kembali. Ini yang berkaitan dengan kriminalitas," sambungnya.
Kementerian Pertahanan mencatat perubahan situasi keamanan yang signifikan setelah pangkalan militer baru dibangun di daerah-daerah kekosongan tersebut. Keberadaan personel yang terlatih terbukti efektif memulihkan kondisi ketertiban umum.
"Tapi setelah kita berada di situ, membuat pangkalan, dan pangkalan itu sudah jadi, dengan latihan, kemampuan dan sebagainya," jelas Sjafrie.
Penempatan pasukan baru ini diklaim berhasil membalikkan kondisi kerawanan daerah secara drastis. Sjafrie menambahkan bahwa angka kejahatan jalanan di wilayah-wilayah tersebut kini sudah berkurang secara signifikan.
"Ini begal kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, sekarang menjadi plus sekian persen kriminalnya hilang, sudah di atas 50 persen," imbuhnya.