Banyuwangi Bangun Ekosistem Halal Menyeluruh pada Sektor UMKM dan Wisata

Banyuwangi Bangun Ekosistem Halal Menyeluruh pada Sektor UMKM dan Wisata
Foto: Ilustrasi Banyuwangi Bangun Ekosistem Halal Menyeluruh pada Sektor UMKM dan Wisata.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah mempercepat pengembangan ekosistem halal terintegrasi melalui penguatan infrastruktur dan sertifikasi produk massal. Langkah ini mencakup pembangunan rumah potong hewan hingga kesiapan sektor pariwisata pada Selasa, 5 Mei 2026, guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Akselerasi industri di ujung timur Pulau Jawa ini mendapat pengakuan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Sebagaimana dilansir dari Cahaya, Banyuwangi dinilai berhasil menghubungkan rantai produksi dari hulu ke hilir secara konsisten.

Kepala BPJPH Haikal Hasan memberikan apresiasi khusus terhadap keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola standarisasi produk lokal. Pihaknya memandang model pengembangan di wilayah tersebut dapat diduplikasi oleh daerah lain di Indonesia.

ÔÇ£UMKM-nya didorong mendapatkan sertifikat halal, rumah potong hewannya juga. Jadi Banyuwangi itu bisa jadi percontohan,ÔÇØ kata Haikal Hasan saat menghadiri Indonesia Halal Ecosystem Summit & Halal Metric Award di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Selasa (5/5/2026).

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 22.091 sertifikat halal telah diterbitkan untuk produk UMKM melalui fasilitas pemerintah kabupaten. Selain itu, terdapat delapan rumah potong hewan (RPH) serta empat rumah potong unggas yang telah mengantongi sertifikasi resmi.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof Widodo, menyoroti keterkaitan antara sektor pangan dan pariwisata dalam mendukung keberhasilan ekosistem ini. Ia menilai potensi besar Banyuwangi terletak pada pertumbuhan UMKM yang selaras dengan tren wisata halal dunia.

ÔÇ£Tidak hanya makanan, tetapi juga tourism dan pariwisatanya. Progres Banyuwangi untuk menjadi kabupaten yang betul-betul mengembangkan ekosistem halal sangat bagus,ÔÇØ ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan serta nilai tambah ekonomi bagi para pelaku usaha lokal. Program tersebut dirancang agar dampak positifnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

ÔÇ£Ini bukan hanya tentang sertifikasi, tetapi bagaimana kami membangun ekosistem yang menyeluruh, mulai dari UMKM, infrastruktur, hingga pariwisata halal yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,ÔÇØ kata Ipuk.

Pengembangan industri halal di Banyuwangi dipastikan akan terus diperkuat melalui skema kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu memposisikan daerah sebagai rujukan utama pengembangan ekosistem halal di tingkat nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi