Pemerintah Kabupaten Banyuasin mempererat pengawasan dan pengelolaan sektor kelautan serta perikanan melalui penandatanganan nota kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) RI di Jakarta pada Senin (27/4/2026).
Langkah strategis ini dilakukan untuk mendorong keberlanjutan sumber daya laut daerah. Sebagaimana dilansir dari Kompas, Bupati Banyuasin Askolani memimpin langsung seremoni tersebut bersama Wakil Bupati Netta Indian di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Askolani menegaskan bahwa Banyuasin memiliki potensi besar pada sektor perikanan tangkap dan budidaya. Wilayah ini tercatat memiliki angka produksi perikanan tangkap laut paling tinggi di Provinsi Sumatera Selatan karena luasnya wilayah perairan.
Kesepakatan ini mencakup peningkatan sinergi dalam pengawasan aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir. Hal ini meliputi proses budidaya, penangkapan, sampai pada pengolahan hasil guna mencegah praktik ilegal yang merusak ekosistem.
Kedua belah pihak telah menyepakati pelaksanaan patroli bersama di perairan Banyuasin serta pertukaran data rutin. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi poin utama melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan teknis bagi personel lapangan.
Sekretaris Direktorat Jenderal PSDKP Saiful Umam memberikan apresiasi terhadap langkah proaktif yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Ia menilai koordinasi pusat dan daerah sangat krusial untuk menjaga kedaulatan sumber daya nasional.
Usai prosesi administrasi selesai, Bupati Askolani menyempatkan diri meninjau pusat kendali pemantauan kapal perikanan milik PSDKP. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung efektivitas pengawasan berbasis teknologi canggih yang akan diintegrasikan dalam kerja sama tersebut.
Pemerintah daerah berharap implementasi kerja sama ini dapat memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi nelayan lokal. Optimalisasi sektor ini diproyeksikan mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat Banyuasin.