Tiga bank syariah nasional yakni PT Bank Aladin Syariah Tbk, PT Bank Syariah Nasional (BSN), dan PT Bank BCA Syariah resmi menjalin kolaborasi pendalaman pasar uang syariah pada Rabu (22/4/2025). Dilansir dari Money, sinergi ini dilakukan melalui pemanfaatan instrumen Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA).
Langkah strategis tersebut diambil untuk meningkatkan efisiensi sekaligus keamanan dalam transaksi antarbank dengan tetap mengedepankan prinsip syariah. Penggunaan SiPA dinilai mampu memberikan mitigasi risiko yang lebih terukur bagi pelaku industri perbankan syariah di tanah air.
Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Tjatur Rachmadi menjelaskan bahwa instrumen ini memberikan keunggulan kompetitif karena berbasis agunan. Keterlibatan tiga institusi tersebut mencatatkan angka transaksi yang cukup signifikan di pasar keuangan.
"Potensi SiPA saat ini dari tiga bank itu sebenarnya sudah hampir Rp 1 triliun transaksinya," ujar Koko Tjatur Rachmadi, Presiden Direktur Bank Aladin Syariah.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi tersebut bertujuan memperkuat kepastian terhadap pihak lawan transaksi (counterparty). Koko berharap kolaborasi ini secara langsung dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan syariah nasional.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menyatakan bahwa SiPA menjadi alternatif instrumen baru yang memperkaya pilihan di pasar keuangan syariah. Transaksi ini menggunakan aset aman berupa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Sukuk Bank Indonesia (SukBI) sebagai agunan.
"Dengan adanya SIPA ini ada instrumen baru dimana kesolidan daripada bank-bank syariah itu bisa untuk mendorong sama-sama membesarkan market share daripada syariah," tutur Alex Sofjan Noor, Direktur Utama BSN.
Alex menekankan pentingnya peningkatan pangsa pasar perbankan syariah nasional yang saat ini masih berada di kisaran 7 persen. Angka tersebut tercatat masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan pangsa pasar syariah di Malaysia yang sudah menyentuh 43 persen.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum memberikan pandangan bahwa kerja sama tersebut merupakan upaya untuk memperkuat struktur industri secara keseluruhan. Instrumen ini turut mendukung visi Bank Indonesia dalam menciptakan pasar keuangan syariah yang lebih aktif dan dinamis.
"Kerja sama transaksi SiPA dengan Bank Aladin Syariah memungkinkan kami untuk memperluas pemanfaatan instrumen pasar uang syariah secara kolaboratif," kata Yuli Melati Suryaningrum, Presiden Direktur BCA Syariah.
Data dari Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif pada penggunaan instrumen secured seperti SiPA dalam beberapa tahun terakhir. Transaksi instrumen ini melonjak dari posisi nol pada tahun 2020 menjadi sekitar 34 persen dari total transaksi Pasar Uang Antarbank Syariah pada 2024.
Tren kepercayaan industri terhadap instrumen berbasis SBSN diprediksi akan terus menguat hingga masa mendatang. Rata-rata transaksi harian saat ini telah mencapai Rp 800 miliar dan diproyeksikan bakal mendekati porsi 40 persen pada tahun 2025.