Bank Sentral Ghana Targetkan Cadangan Emas 157 Ton pada 2028

Bank Sentral Ghana Targetkan Cadangan Emas 157 Ton pada 2028
Foto: Ilustrasi Bank Sentral Ghana Targetkan Cadangan Emas 157 Ton pada 2028.

Bank sentral Ghana semakin agresif meningkatkan cadangan devisa negara melalui pembelian emas. Kebijakan baru ini mewajibkan perusahaan tambang skala besar untuk menjual 30 persen dari total produksi tahunan mereka kepada pemerintah.

Angka kewajiban pasokan tersebut meningkat dari aturan sebelumnya yang menetapkan porsi sebesar 20 persen. Langkah strategis ini diambil guna memperbesar cadangan emas nasional di tengah lonjakan harga logam mulia dan tingginya ketidakpastian ekonomi global.

Seperti dikutip dari Reuters via Investor Daily, Ghana merupakan produsen emas terbesar di benua Afrika. Program pembelian emas domestik ini sebenarnya sudah diinisiasi sejak tahun 2022 melalui kemitraan dengan Ghana Chamber of Mines.

Data dari Bank of Ghana menunjukkan akumulasi cadangan emas negara tersebut telah menyentuh angka 19,2 ton hingga Februari 2026. Pemerintah Ghana memasang target ambisius untuk mencapai cadangan sebesar 157 ton pada tahun 2028, atau setara dengan pemenuhan 15 bulan kebutuhan impor.

"Kali ini kami ingin menegosiasikan 30% produksi tahunan dari perusahaan tambang industri, dengan seluruh pasokan dikirim dalam bentuk dore," ujar Kepala Program Manajemen Emas Bank Sentral Ghana Paul Bleboo.

Paul Bleboo juga mengungkapkan bahwa realisasi pasokan emas dari korporasi tambang pada tahun lalu masih berada jauh di bawah target. Dari keseluruhan volume produksi yang mencapai kisaran 100 ton, perusahaan tambang terpantau hanya menyetor sekitar 10 ton emas atau setara 10 persen.

Selain menaikkan target volume, otoritas moneter Ghana berniat memperketat pengawasan jalur distribusi komoditas ini. Lembaga perdagangan negara bernama GoldBod akan ditunjuk sebagai pintu utama untuk mengelola seluruh aktivitas ekspor emas.

Kendati demikian, penerapan kebijakan baru ini masih terganjal proses negosiasi yang berjalan alot dengan para pelaku industri. CEO Ghana Chamber of Mines Kenneth Ashigbey menyatakan bahwa pembicaraan mengenai struktur harga dan skema diskon belum menemui titik temu.

Pihak produsen tambang dilaporkan menolak penerapan potongan harga berbasis volume. Mereka juga menyatakan keberatan atas usulan diskon kurang dari 1 persen untuk pembelian emas industri, serta menilai lompatan target dari 20 persen ke 30 persen terlalu mendadak.

Sebaliknya, Bank Sentral Ghana berargumen bahwa potongan harga tersebut sangat diperlukan. Dana dari potongan itu dialokasikan untuk menutup biaya operasional pemurnian, pengiriman, serta pengujian kadar emas dalam proses pembentukan cadangan devisa.

Artikel terkait

Rekomendasi