Bank Mandiri menyalurkan portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai sekitar Rp320 triliun hingga Maret 2026 guna memperkuat peran sebagai katalis dalam akselerasi ekonomi hijau Indonesia. Capaian yang naik sebesar 8,8% secara tahunan ini menempatkan bank tersebut sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional.
Penyaluran dana tersebut dilansir dari Investortrust terdiri atas alokasi pembiayaan hijau sebesar Rp167 triliun dan pembiayaan sosial sebesar Rp153 triliun. Portofolio ini didorong oleh sektor energi terbarukan, efisiensi energi, produk ramah lingkungan, perumahan inklusif melalui program FLPP, serta penguatan pembiayaan produktif.
Ekspansi pembiayaan ini dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah dinamika kondisi makroekonomi domestik dan global untuk menjaga keseimbangan bisnis.
"Kami optimistis pembiayaan berkelanjutan akan terus tumbuh pada kisaran 7ÔÇô9% secara tahunan, sejalan dengan target pertumbuhan kredit bank only. Di tengah dinamika kondisi makroekonomi domestik dan global, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pembiayaan. Dengan demikian, kami terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset," ujar Henry Panjaitan, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri melalui keterangan tertulis pada Minggu (26/4/2026).
Optimisme pertumbuhan didukung oleh saluran pipa yang solid dengan sekitar 77% berasal dari sektor yang selaras dengan agenda pembangunan nasional. Komitmen keberlanjutan juga diwujudkan melalui penerbitan Green Bond Phase 2 dan Sustainability Bond Phase 1 bernilai total Rp10 triliun sepanjang tahun 2025.
Perluasan akses solusi keberlanjutan ke masyarakat luas difasilitasi lewat peluncuran fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) segmen retail pada platform LivinÔÇÖ Planet di aplikasi LivinÔÇÖ by Mandiri. Fitur hasil kolaborasi dengan IDXCarbon ini memungkinkan nasabah menghitung jejak emisi, melakukan carbon offset, dan membeli SPE-GRK langsung.
Pasokan SPE-GRK saat ini berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei berkapasitas 2,4 MW milik Pertamina New & Renewable Energy di Sumatera Utara. Proyek pengolahan limbah cair kelapa sawit tersebut berkontribusi mengurangi emisi sekitar 265 ribu tCO2e.
Langkah internal perusahaan juga diterapkan guna mendukung target Net Zero Operation pada tahun 2030. Bank Mandiri secara konsisten menurunkan emisi operasional hingga mencapai 32% dari baseline tahun 2019 melalui optimalisasi bangunan hijau, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemasangan panel surya.