Bank Mandiri terus memperkuat sinergi ekosistem bisnis terintegrasi melalui optimalisasi kapabilitas Kopra by Mandiri. Dilansir dari Investortrust, kecanggihan platform ini membawa Bank Mandiri menyabet penghargaan Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026 untuk kedua kalinya.
Pelaku usaha kini membutuhkan solusi keuangan terintegrasi demi menghadapi dinamika bisnis dan peningkatan risiko global. Transaksi yang efisien dan real-time menjadi faktor krusial dalam menjaga daya saing operasional perusahaan.
Kopra by Mandiri hadir memenuhi kebutuhan tersebut dengan menyediakan layanan Cash Management, Trade Finance, dan Value Chain secara end-to-end. Atas inovasi ini, Bank Mandiri juga dinobatkan sebagai Best Integrated Trade Finance Digital Platform.
Direktur Information Technology Bank Mandiri, Sunarto mengatakan, pencapaian ini sekaligus mendukung komitmen perseroan dalam menghadirkan layanan unggulan yang berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa transformasi digital Kopra by Mandiri menjadi fondasi strategis perseroan dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha di tengah dinamika pasar.
"Pengakuan ini semakin memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai mitra utama pelaku usaha dalam mendukung aktivitas perdagangan nasional maupun global," ujar Sunarto, dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).
Platform ini mempermudah nasabah baru melalui penyederhanaan alur transaksi trade ekspor-impor. Selain itu, Kopra by Mandiri memfasilitasi penerbitan Letter of Credit (LC) serta Bank Guarantee (BG) secara digital dengan format fleksibel.
Proses verifikasi dokumen trade kini berjalan lebih cepat berkat integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) melalui fitur Trade Document Checking. Pengawasan juga makin terkontrol lewat fitur Transaction Template dan Draft Preview.
Kepatuhan Regulasi dan Kinerja Transaksi
Kopra by Mandiri turut membantu eksportir memenuhi regulasi penempatan Devis Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) di sistem keuangan domestik. Fitur DHE Dashboard dilengkapi kapabilitas self-flagging untuk mengelompokkan dana masuk secara otomatis.
Sistem pengelompokan ini mempermudah nasabah dalam menyusun laporan internal, proses audit, dan pemenuhan kewajiban kepada regulator. Langkah ini memperkuat peran Mandiri dalam menjaga kepatuhan sekaligus stabilitas keuangan nasional.
Sejak meluncur pada 2021, platform digital ini telah menjangkau lebih dari 300.000 nasabah dari sektor produktif, komersial, institusi keuangan, hingga usaha kecil dan menengah.
Hingga akhir Desember 2025, nilai transaksi Kopra by Mandiri sukses menembus angka Rp 27.500 triliun. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan di atas 22% secara tahunan (YoY) dengan frekuensi transaksi mencapai 1,5 billion atau naik 14% YoY.
"Melalui penguatan Kopra by Mandiri, Bank Mandiri optimistis peningkatan kapabilitas layanan bagi pelaku usaha akan semakin mendorong efisiensi, daya saing, dan pada akhirnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," pungkas Sunarto.