Bank Mandiri Jaga NPL UMKM di Bawah 1,5 Persen

Bank Mandiri Jaga NPL UMKM di Bawah 1,5 Persen
Foto: Ilustrasi Bank Mandiri Jaga NPL UMKM di Bawah 1,5 Persen.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mempertahankan rasio kredit macet atau non performing loan segmen usaha mikro kecil dan menengah di bawah 1,5 persen pada tahun 2025 di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Capaian positif tersebut diraih melalui penerapan strategi pembiayaan berbasis value chain serta ekosistem bisnis nasabah yang terintegrasi, seperti dilansir dari Investortrust.

SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan menjelaskan bahwa penyaluran kredit segmen tersebut difokuskan pada pemberdayaan pelaku usaha yang terhubung langsung sebagai turunan dari nasabah korporasi besar.

ÔÇ£Kalau Bank Mandiri sendiri so far NPL untuk UMKM masih di bawah 1,5%. Jadi kita bisa manage, karena strategi pertumbuhan kita diarahkan kepada strategi untuk pemberdayaan UMKM yang merupakan turunan dari nasabah-nasabah corporate,ÔÇØ ujar Bayu Trisno Arief Setiawan, SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri.

Langkah pengikatan debitur dalam rantai pasok ini membuat pihak perbankan dapat memetakan profil riwayat transaksi, arus kas, hingga jalur distribusi logistik secara akurat sejak awal pembiayaan dilakukan.

ÔÇ£Dari situ kita jadi lebih yakin ketika kita masuk ke situ,ÔÇØ kata Bayu Trisno Arief Setiawan, SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri.

Kehadiran perusahaan penjamin pembeli atau offtaker di dalam ekosistem ini diklaim mampu memberikan kepastian kelancaran pembayaran serta mitigasi risiko bagi para pelaku usaha mikro.

ÔÇ£Kemudian kita juga sudah tahu kepastian pembayaran dan jangkauan pembayarannya. Itu yang membuat kita tetap optimis bahwa kita tetap tumbuh baik dengan cara kita mau kembangkan turunan dari value chain wholesale kita,ÔÇØ ucap Bayu Trisno Arief Setiawan, SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri.

Evaluasi terhadap kualitas aset ini juga diamini oleh tim ekonomi internal korporasi yang melihat adanya perbedaan signifikan antara potret portofolio perusahaan dengan kondisi industri perbankan nasional secara umum.

ÔÇ£Value chain dan ekosistem, itu yang kemudian mengapa Bank Mandiri kenapa NPL-nya bisa jauh lebih rendah untuk segmen yang relatively ini environment-nya lagi kayak begini,ÔÇØ ujar Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri.

Struktur manajemen risiko yang berbasis pada kepastian pasar dari perusahaan induk dinilai menjadi pembeda utama dalam menjaga kualitas kredit segmen ini di tengah dinamika pasar keuangan.

ÔÇ£Because memang dalam satu ekosistem dan value chain, kita sudah tahu ada offtaker-nya. Makanya kemudian itu yang membuat pola karakter dari kredit di Bank Mandiri itu NPL-nya jauh di bawah industri untuk whole segmen tadi,ÔÇØ kata Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri.

Artikel terkait

Rekomendasi