Bank Mandiri Bagikan Dividen Tunai Rp 44,47 Triliun

Bank Mandiri Bagikan Dividen Tunai Rp 44,47 Triliun
Foto: Ilustrasi Bank Mandiri Bagikan Dividen Tunai Rp 44,47 Triliun.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada Rabu (29/4/2026) menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp 44,47 triliun. Angka ini mencakup dividen per lembar saham sebesar Rp 476,95, meningkat dari tahun buku sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 466,18 per lembar.

Dilansir dari Money, emiten perbankan plat merah ini mencatat pergerakan saham yang fluktuatif pada sesi awal perdagangan Kamis (30/4/2026). Harga saham BMRI dibuka pada posisi Rp 4.430 dan sempat menyentuh level tertinggi di Rp 4.450 sebelum akhirnya mengalami tekanan jual yang mendorong harga ke titik terendah Rp 4.380.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menjelaskan bahwa dari total dividen yang dialokasikan, sebanyak Rp 9,3 triliun telah disalurkan sebagai dividen interim pada Januari lalu. Sisanya yang mencapai Rp 35,17 triliun akan didistribusikan kepada para pemegang saham pasca pelaksanaan RUPST.

ÔÇ£Ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham," ujar Riduan, Direktur Utama Bank Mandiri.

Alokasi dividen tersebut setara dengan 79 persen dari total laba bersih konsolidasi perseroan tahun buku 2025 yang mencapai Rp 56,3 triliun. Capaian laba ini didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 13,4 persen secara tahunan menjadi Rp 1.895 triliun.

ÔÇ£Keputusan pemegang saham hari ini mencerminkan kepercayaan atas fundamental yang kami jaga dan arah pertumbuhan yang kami bangun," ucap Riduan, Direktur Utama Bank Mandiri.

Selain pembagian laba, pemegang saham juga memberikan restu untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp 1,17 triliun. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung hingga 29 April 2027 sebagai bagian dari program kepemilikan saham bagi internal manajemen dan karyawan.

ÔÇ£Langkah ini ditempuh untuk menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perseroan yang ditopang fundamental solid," tutur Riduan, Direktur Utama Bank Mandiri.

Artikel terkait

Rekomendasi