Sektor perbankan saat ini terus berupaya meningkatkan budaya menabung di kalangan pelajar. Langkah ini diambil guna memperkuat literasi keuangan generasi muda di wilayah Jakarta melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri perbankan, dan regulator jasa keuangan.
Dikutip dari Detik Finance, salah satu bank yang terlibat aktif adalah Bank Jakarta. Lembaga keuangan ini telah menyalurkan bantuan sosial untuk sektor pendidikan, termasuk program KJP Plus dan KJMU.
Hingga April 2026, Bank Jakarta tercatat mengelola lebih dari 2,4 juta rekening pelajar. Total dana simpanan dari para siswa tersebut mencapai Rp1,81 triliun yang bersumber dari Tabungan Pelajar, SimPEL, serta KJP Plus. Atas capaian ini, Bank Jakarta menerima penghargaan sebagai bank implementasi KEJAR terbaik kategori Bank Pembangunan Daerah pada 2025.
Bank Jakarta juga menjalankan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) 2026 yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar, serta dinilai memberikan dampak positif dalam membangun kebiasaan menabung sejak dini.
Zahwa, seorang siswi kelas XI SMAN 28 Jakarta, mengaku sangat antusias mengikuti program edukasi ini. Menurut dia, kegiatan KEJAR DKI Jakarta memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya pengelolaan keuangan bagi para pelajar.
"Program ini sangat bagus karena membuat kami lebih memahami pentingnya menabung dan mengatur uang sejak sekarang. Jadi, kami bisa belajar lebih disiplin dalam menggunakan uang," ujar Zahwa.
Ia menambahkan bahwa melalui program ini, para siswa dapat lebih mengerti manfaat menabung untuk masa depan. Hal itu termasuk memahami berbagai program yang disediakan oleh Bank Jakarta kepada para pelajar.
"Ya pastinya selama ini aku tahunya menabung itu hanya menyimpan uang di bank. Ternyata lebih dari itu. Banyak program-program yang diberikan oleh bank kepada para nasabah. Termasuk saya yang masih berstatus pelajar," ujar Zahwa.
Tanggapan senada juga disampaikan oleh Musthafa, siswa kelas XI SMAN 28 Jakarta lainnya. Ia menyebut bahwa program KEJAR DKI Jakarta menjadi pengalaman yang menarik karena menyajikan edukasi keuangan secara interaktif dan menyenangkan.
"Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pelajar karena mengajarkan cara mengelola uang dengan baik dan pentingnya memiliki tabungan untuk masa depan," kata Musthafa.
Musthafa turut mengapresiasi kolaborasi antara Bank Jakarta dan OJK yang menghadirkan program edukasi keuangan langsung ke lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai membantu siswa memahami dunia perbankan dan layanan keuangan secara lebih dekat.
Program KEJAR DKI Jakarta itu sendiri menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk mendorong budaya menabung di kalangan pelajar. Langkah ini sekaligus memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui kerja sama pemerintah daerah, perbankan, dan regulator jasa keuangan.