Bank Indonesia Catat Pertumbuhan Likuiditas M0 Naik 14,1 Persen

Bank Indonesia Catat Pertumbuhan Likuiditas M0 Naik 14,1 Persen
Foto: Ilustrasi Bank Indonesia Catat Pertumbuhan Likuiditas M0 Naik 14,1 Persen.

Kebijakan ekspansi likuiditas moneter yang ditempuh Bank Indonesia berhasil meningkatkan pertumbuhan jumlah uang beredar guna menyokong aktivitas ekonomi nasional dan menjaga stabilitas dalam negeri pada Rabu (20/5).

Akselerasi likuiditas tersebut ditunjukkan oleh pertumbuhan uang primer atau M0 yang menyentuh angka 14,1 persen secara tahunan (yoy) per April 2026, berdasarkan data yang dilansir dari Media Indonesia.

Peningkatan giro bank umum di Bank Indonesia sebesar 28,4 persen secara tahunan serta lonjakan pertumbuhan uang kartal menjadi 14,6 persen menjadi pendorong utama kenaikan tersebut.

ÔÇ£Pertumbuhan M0 pada April 2026 terutama dipengaruhi oleh operasi moneter yang lebih ekspansif serta meningkatnya kebutuhan likuiditas perbankan untuk pembayaran dividen,ÔÇØ ucap Perry Warjiyo, Gubernur BI.

Langkah ekspansif ini sengaja diambil oleh otoritas moneter demi memastikan kecukupan likuiditas tetap terjaga di tengah tingginya permintaan dana pada periode pembagian dividen perbankan.

Selain uang primer, indikator uang beredar dalam arti luas (M2) juga ikut terkerek naik dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,7 persen secara tahunan pada Maret 2026, setelah sebelumnya berada di angka 8,7 persen pada Februari.

Kenaikan M2 ini dipicu oleh bertambahnya tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat serta penyaluran kredit perbankan yang terus berlanjut, yang menandakan fungsi intermediasi domestik masih berjalan baik.

Kendati demikian, otoritas moneter berjanji akan tetap mengontrol keseimbangan antara ketersediaan likuiditas dan stabilitas makroekonomi guna meredam potensi tekanan inflasi akibat lonjakan jumlah uang beredar.

ÔÇ£Ke depan, pertumbuhan uang beredar akan terus dikelola sehingga tetap konsisten menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah,ÔÇØ imbuh Perry Warjiyo, Gubernur BI.

Artikel terkait

Rekomendasi