Bank BUMN Siap Salurkan Kredit Murah Bunga Maksimal 5 Persen

Bank BUMN Siap Salurkan Kredit Murah Bunga Maksimal 5 Persen
Foto: Ilustrasi Bank BUMN Siap Salurkan Kredit Murah Bunga Maksimal 5 Persen.

Sejumlah bank milik negara menyatakan kesiapan untuk mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto terkait penyaluran kredit murah dengan bunga maksimal 5 persen untuk tenor satu tahun bagi rakyat kecil pada Minggu (3/5/2026). Langkah strategis ini bertujuan memperluas akses pembiayaan yang selama ini dinilai membebani masyarakat dengan tingkat bunga tinggi.

Presiden Prabowo menyampaikan rencana tersebut dalam pidatonya saat peringatan Hari Buruh Internasional pada Jumat (1/5/2026). Dilansir dari Finansial, Kepala Negara menyoroti kendala masyarakat kecil yang sering terjerat pinjaman dengan suku bunga mencapai 70 persen per tahun.

"Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5% satu tahun," kata Prabowo, dikutip dari laman Youtube resmi Sekretariat Presiden.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menanggapi positif arahan tersebut sebagai bagian dari penguatan program pemerintah. Pihaknya berkomitmen untuk menyelaraskan kebijakan bank dengan target kesejahteraan yang dicanangkan oleh Presiden.

"BTN pasti menyambut baik dan mendukung upaya serta program pemerintah," kata Nixon, Minggu (3/5/2026).

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista turut menyatakan bahwa perseroan tengah menanti regulasi teknis mengenai skema dan mekanisme penyaluran. Bank Mandiri menekankan pentingnya desain program yang matang agar stabilitas sistem perbankan tetap terjaga di tengah upaya mendorong ekonomi nasional.

"Dalam implementasinya, kami memandang bahwa desain program yang tepat akan menjadi kunci agar tujuan peningkatan akses pembiayaan tetap dapat berjalan seiring dengan terjaganya stabilitas sistem perbankan," jelas Adhika.

Manajemen Bank Mandiri menegaskan akan tetap menerapkan prinsip manajemen risiko yang disiplin serta pemantauan kualitas kredit secara ketat. Hal ini dilakukan untuk menjamin penyaluran kredit tetap sehat dan berkelanjutan bagi portofolio perusahaan.

Di sisi lain, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan pertumbuhan kredit dua digit hingga Maret 2026 yang diikuti dengan perbaikan kualitas aset. Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan adanya penurunan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.

"Penurunan rasio NPL menunjukkan bahwa strategi pengelolaan risiko yang dijalankan BRI selama tahun 2025 mulai berjalan efektif," kata Dhany.

Berdasarkan data operasional, rasio NPL BRI tercatat membaik dari 3,07 persen pada Desember 2025 menjadi 3,01 persen pada Maret 2026. Perseroan menerapkan strategi pertumbuhan selektif dan penguatan sistem peringatan dini guna menjaga stabilitas kinerja keuangan.

Artikel terkait

Rekomendasi