Banjir Rob Rendam Jalur Pantura Semarang-Demak Kendaraan Merambat 2 Kilometer

Banjir Rob Rendam Jalur Pantura Semarang-Demak Kendaraan Merambat 2 Kilometer
Foto: Ilustrasi Banjir Rob Rendam Jalur Pantura Semarang-Demak Kendaraan Merambat 2 Kilometer.

Banjir akibat air laut pasang atau rob kembali menggenangi sejumlah kawasan di jalur Pantura Jawa Tengah. Peristiwa ini mengakibatkan arus lalu lintas di koridor Semarang-Demak mengalami kemacetan parah hingga sepanjang 2 kilometer.

Seperti dikutip dari Media Indonesia, luapan air laut ini menggenangi jalan nasional di wilayah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Ketinggian air terpantau mencapai 10 hingga 30 sentimeter yang membuat laju kendaraan tersendat.

Kondisi pasang air laut ini juga mengganggu aktivitas harian warga di Kabupaten Demak. Sebagian besar masyarakat memilih tidak keluar rumah, sementara banyak pekerja pabrik terpaksa menunda kepulangan mereka karena akses menuju pemukiman terendam air.

"Tidak bisa keluar rumah, karena harus menggunakan perahu jika mau berangkat kerja keluar desa dan aktivitas terbatas," kata Bambang, warga Tugu, Kecamatan Sayung, Demak.

Hambatan serupa dirasakan oleh warga lain yang bekerja di wilayah ibu kota provinsi. Akibat genangan air yang meninggi, waktu kepulangan menuju rumah terpaksa diundur demi keamanan.

"Menunggu air surut dulu," ujarnya.

Ketersendatan arus lalu lintas ini mengejutkan para pengguna jalan yang sedang melintas, terutama armada logistik. Antrean panjang kendaraan dilaporkan sudah terjadi sejak memasuki wilayah Karangtengah hingga keluar dari area Sayung.

Para pengemudi kendaraan roda empat membutuhkan waktu hingga 1 jam hanya untuk melewati jalan sepanjang 2 kilometer tersebut. Durasi perjalanan melonjak karena banyak kendaraan mogok dan melaju sangat pelan di titik genangan sejauh 500 meter.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang menyatakan bahwa intensitas pasang air laut di perairan utara Jawa Tengah saat ini sedang meningkat. Kondisi tersebut memicu banjir di pesisir beberapa wilayah Pantura.

BMKG memprediksi kenaikan air laut mencapai puncaknya pada siang hari dengan ketinggian maksimal 1 meter. Potensi genangan ini mencakup wilayah Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, hingga Pati.

"Banjir rob ini mengakibat terganggunya sarana transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budi daya perikanan darat dan petani garam," tutur Shafira Tsanyfadhila.

Artikel terkait

Rekomendasi