Bandara Internasional Narita di Jepang resmi mengoperasikan kembali sebagian area gedung Terminal 1 mulai April 2026 setelah melewati proses renovasi intensif. Pembaruan fasilitas ini difokuskan pada penonjolan elemen budaya tradisional Jepang untuk menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara.
Proyek pemugaran yang dimulai sejak April tahun lalu tersebut mencakup area seluas sekitar 8.000 meter persegi. Renovasi ini menyasar bagian interior maupun eksterior terminal guna meningkatkan kenyamanan penumpang yang melintas di bandara dekat Tokyo tersebut.
Dilansir dari Detik Travel melalui Kyodo News pada Jumat (24/4/2026), keseluruhan proyek renovasi ini memakan biaya mencapai 2,5 miliar yen atau setara Rp 259,57 miliar. Fokus utama pembaruan terletak pada lantai lima yang kini memiliki konsep ruang publik baru.
Fasilitas unggulan yang diperkenalkan adalah dek observasi bernama Garden Walk. Area ini dirancang dengan platform bertingkat yang memberikan pandangan bebas hambatan bagi pengunjung untuk melihat proses lepas landas dan pendaratan pesawat di landasan pacu.
Selain area menonton pesawat, pihak pengelola menyediakan zona relaksasi yang mampu menampung hingga 130 orang dengan fasilitas sofa. Pengunjung juga dapat menikmati fasilitas khas Jepang seperti area tatami dan tempat pemandian kaki untuk bersantai sebelum penerbangan.
Pihak manajemen menyatakan bahwa transformasi ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman visual mengenai perubahan musim di Jepang. Upaya tersebut sejalan dengan predikat baru yang diterima bandara sebagai penyedia layanan staf terbaik dunia versi World Airport Awards 2026 oleh Skytrax.
Bandara Internasional Narita yang berlokasi sekitar 60 kilometer dari pusat kota Tokyo ini memiliki landasan pacu terpanjang di Jepang. Kualitas layanan staf yang sopan dan efisien menjadi faktor utama dalam penilaian positif dari para penumpang internasional.