Bahlil Pastikan Pemanfaatan Batu Bara dan Impor Minyak Rusia

Bahlil Pastikan Pemanfaatan Batu Bara dan Impor Minyak Rusia
Foto: Ilustrasi Bahlil Pastikan Pemanfaatan Batu Bara dan Impor Minyak Rusia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan pemanfaatan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional pada Minggu (3/5/2026).

Langkah ini diambil sebagai strategi efisiensi agar beban biaya listrik yang ditanggung masyarakat tidak melonjak di tengah upaya menjaga ketahanan energi nasional, sebagaimana dilansir dari Money.

Menteri ESDM menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kelangsungan hidup sektor energi melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat.

"Saya putuskan, saya bilang batu bara jalan aja dulu. Ini bicara tentang survival mode. Kita bicara tentang efisiensi. Jangan kita korbankan rakyat kita dengan harga listrik yang besar," jelas Bahlil, Menteri ESDM.

Bahlil menambahkan bahwa permintaan terhadap komoditas ini tetap tinggi, bahkan datang dari negara-negara Barat yang mulai membuka kembali opsi penggunaan batu bara.

"Sekarang Amerika buka opsi batu bara. Di Eropa membuka opsi batu bara, ada minta ke kita untuk 20 juta ton per tahun," kata Bahlil, Menteri ESDM.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi batu bara nasional pada tahun 2025 tercatat menyentuh angka 790 juta ton. Dari jumlah tersebut, kebutuhan domestik untuk sektor kelistrikan dan industri lainnya menyerap 254 juta ton, sementara 514 juta ton sisanya dialokasikan untuk ekspor guna memperkuat devisa negara.

Selain kebijakan batu bara, pemerintah juga memperkuat stok energi melalui pengadaan minyak mentah dari luar negeri. Bahlil memberikan konfirmasi bahwa pasokan minyak dari Rusia dijadwalkan segera tiba di Indonesia untuk menjamin ketersediaan bahan bakar di dalam negeri pada Sabtu (2/5/2026).

Kepastian masuknya pasokan tersebut dipandang krusial untuk menjaga ketersediaan berbagai jenis bahan bakar minyak, mulai dari solar hingga bensin dengan variasi nilai oktan.

"Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak mentah) Rusia sebentar lagi masuk ya," ujar Bahlil, Menteri ESDM.

Meskipun jadwal kedatangan sudah dipastikan, rincian volume impor dalam satuan barel belum diungkapkan secara detail. Pemerintah merencanakan seluruh minyak mentah dari Rusia tersebut akan diproses melalui fasilitas kilang pengolahan di dalam negeri.

Artikel terkait

Rekomendasi