Bahana Sekuritas Raih Penghargaan Global Lewat Sukuk Global Mediacom

Bahana Sekuritas Raih Penghargaan Global Lewat Sukuk Global Mediacom
Foto: Ilustrasi Bahana Sekuritas Raih Penghargaan Global Lewat Sukuk Global Mediacom.

Bahana Sekuritas memperoleh pengakuan internasional melalui penghargaan IFN Corporate Finance Deal of the Year 2025 atas keberhasilan transaksi sukuk Global Mediacom senilai Rp 550 miliar pada ajang IFN Awards di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (4/4/2026).

Pencapaian ini mempertegas posisi instrumen pasar modal sebagai jalur alternatif pembiayaan korporasi di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Money. Penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Head of Investment Banking Capital Market Bahana Sekuritas, Adela Munir.

Direktur Utama Bahana Sekuritas, Reza Benito Zahar, menjelaskan bahwa apresiasi ini merupakan cerminan dedikasi perusahaan dalam menyusun strategi keuangan bagi para mitra bisnis.

"Penghargaan ini merupakan refleksi dari komitmen kami dalam menghadirkan solusi pasar modal yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi klien," ujar Reza Benito Zahar, Direktur Utama Bahana Sekuritas.

Reza menekankan pentingnya menjaga standar layanan untuk mempertahankan kepercayaan investor dan korporasi dalam setiap proses transaksi.

"Di Bahana Sekuritas, kami percaya bahwa kepercayaan dibangun melalui konsistensi dalam kualitas eksekusi serta kedalaman pemahaman terhadap kebutuhan klien," lanjut Reza Benito Zahar, Direktur Utama Bahana Sekuritas.

Ia juga memandang bahwa prestasi internasional ini mendukung penguatan struktur ekonomi nasional melalui sektor keuangan yang kokoh.

"Pencapaian ini semakin memperkuat peran kami dalam mendukung penguatan pasar modal Indonesia sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Reza Benito Zahar, Direktur Utama Bahana Sekuritas.

Sebagai bagian dari Indonesia Financial Group (IFG), Bahana Sekuritas memiliki tanggung jawab untuk memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan kedalaman pasar keuangan. Transaksi sukuk Global Mediacom menjadi bukti efektivitas pendanaan syariah bagi sektor korporasi nasional.

Bersamaan dengan itu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga tengah mempersiapkan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target awal sebesar Rp 12 triliun pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembiayaan APBN 2026.

"Partisipasi dalam lelang dapat dilakukan oleh investor individu maupun institusi melalui Dealer Utama yang telah ditunjuk pemerintah," tulis keterangan tertulis Kementerian Keuangan.

Pemerintah menawarkan delapan seri sukuk, termasuk instrumen berwawasan lingkungan Green Sukuk seri PBSG002, dengan masa jatuh tempo hingga tahun 2049. Seluruh proses lelang akan dilakukan secara terbuka menggunakan metode harga beragam melalui Bank Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi