Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemesanan sekitar 25.000 unit motor listrik merek Emmo pada April 2026 meskipun status operasional dan fasilitas distribusi merek tersebut di Indonesia belum sepenuhnya jelas.
Langkah pengadaan skala besar oleh lembaga negara ini menjadi sorotan publik lantaran merek Emmo belum memiliki jaringan layanan purnajual yang mumpuni. Dilansir dari Detik Oto, penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur perusahaan masih sangat terbatas.
Emmo Electric Mobility mengklaim telah membangun jaringan 50 dealer di berbagai kota besar di Indonesia pada tahun 2026. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hanya terdapat satu dealer di kawasan Grogol, Jakarta Barat, yang kondisinya bahkan belum selesai dibangun.
Saat dikunjungi, fasilitas di Jakarta Barat tersebut masih berupa bangunan kosong tanpa aktivitas bengkel maupun stok kendaraan di ruang pamer. Ketidaksesuaian antara klaim ekspansi perusahaan dengan realitas fisik di lokasi memicu pertanyaan mengenai kelancaran distribusi pesanan BGN.
Berdasarkan informasi di situs resminya, Emmo berdiri pada 2021 dengan misi merevolusi transportasi listrik di Indonesia melalui produk terjangkau. Perusahaan sempat tidak menunjukkan aktivitas publik yang signifikan pada periode 2022 hingga 2024 sebelum muncul kembali pada 2025.
Pada tahun 2025, manajemen Emmo menyatakan telah merilis varian motor trail dan skuter listrik. Produk-produk tersebut diklaim mendapatkan respon positif dari segmen konsumen muda serta pegiat lingkungan hidup karena desain dan performanya.
"Emmo merilis motor listrik trail dan skuter listrik yang mendapatkan sambutan positif dari pasar. Dengan desain inovatif dan performa handal, produk ini berhasil menarik perhatian konsumen muda dan pecinta lingkungan," tulis manajemen Emmo dalam keterangan resmi di laman perusahaan.
Klaim mengenai pembangunan 50 jaringan dealer resmi terus ditegaskan oleh pihak perusahaan guna memperkuat kepercayaan pelanggan. Hal ini mencakup rencana penyediaan layanan purnajual dan suku cadang bagi para pengguna motor listrik tersebut di masa depan.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal pengiriman puluhan ribu unit motor pesanan Badan Gizi Nasional tersebut. Status kesiapan pabrik atau perakitan unit di dalam negeri juga masih menjadi bagian dari pengawasan publik.