AXA Insurance Indonesia Rilis Produk Proteksi Karya Seni Tinggi

AXA Insurance Indonesia Rilis Produk Proteksi Karya Seni Tinggi
Foto: Ilustrasi AXA Insurance Indonesia Rilis Produk Proteksi Karya Seni Tinggi.

Pasar seni rupa di tingkat global maupun domestik menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, penyediaan perlindungan bagi koleksi karya seni bernilai tinggi dinilai belum sepenuhnya terakomodasi dengan baik.

Dilansir dari Finansial, laporan Art Basel & UBS Global Art Market Report 2026 mengungkapkan nilai penjualan seni global menyentuh angka sekitar US$59,6 miliar pada 2025. Capaian ini menunjukkan peningkatan setelah sempat mengalami penurunan selama dua tahun berturut-turut.

Fenomena ini mengubah cara pandang terhadap karya seni yang kini tidak lagi sebatas objek estetika. Aset tersebut memiliki nilai ekonomi serta personal yang kompleks, sehingga memerlukan strategi perlindungan yang lebih spesifik.

Di Indonesia, gairah pasar seni terlihat dari intensitas pameran berskala besar seperti Art Jakarta Papers dan Art Jakarta Gardens pada awal 2026. Acara tersebut berhasil menarik gelombang kolektor baru, terutama dari generasi muda.

Direktur Artistik Art Jakarta, Enin Supriyanto, menilai kemunculan para kolektor baru ini menjadi tanda adanya pergeseran struktur pasar. Sejak pandemi Covid-19, banyak wajah baru yang muncul di industri ini.

"Sejak pertama kali dihelat seiring pandemi Covid-19, banyak sekali orang baru, kami enggak kenal, enggak masuk rekod kami sebagai kolektor," kata Enin Supriyanto.

Peluncuran Fine Art & Collections Insurance

Kebutuhan akan proteksi khusus terhadap aset seni menjadi sangat mendesak karena karakteristiknya yang berbeda dari aset konvensional. Merespons hal itu, AXA Insurance Indonesia memperkenalkan produk Fine Art & Collections Insurance.

Presiden Direktur AXA Insurance Indonesia, Laurent Bourson, menjelaskan bahwa segmen karya seni memiliki profil risiko yang sangat unik. Diperlukan penanganan yang tepat untuk menjaga keberlanjutan nilai aset tersebut.

ÔÇ£Kami melihat segmen karya seni dan aset bernilai tinggi sebagai area yang membutuhkan perlindungan spesifik. Oleh karena itu diperlukan cara untuk menjaga nilai karya seni dan koleksi berharga secara berkelanjutan,ÔÇØ ujar Laurent Bourson.

Produk asuransi terbaru ini mencakup berbagai jenis koleksi, mulai dari lukisan, patung, hingga benda keramik. Selain itu, cakupan perlindungan juga menyasar benda antik seperti buku, perhiasan, jam tangan, hingga busana koleksi.

Dukungan Jaringan Ahli Global

Chief Executive Officer Asia AXA XL, Sylvie Gleises, menekankan bahwa pengalaman global menjadi pilar utama dalam menghadirkan layanan ini. Hal itu mencakup manajemen risiko hingga proses klaim yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.

ÔÇ£Komitmen kami bukan hanya menyediakan asuransi, tetapi juga berperan aktif dalam melindungi nilai karya seni dan menjaga warisan budaya melalui jaringan ahli seni rupa global,ÔÇØ kata Sylvie Gleises.

Artikel terkait

Rekomendasi