PT Avrist Assurance (Avrist Life) membidik perolehan premi dari bisnis baru sebesar Rp 200 miliar pada 2026. Target tersebut kini telah masuk dalam rencana bisnis perusahaan dan resmi disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dilansir dari Investortrust, target ini ditetapkan setelah jajaran manajemen melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja sepanjang 2025 yang mencatatkan realisasi di bawah target awal.
Direktur Avrist Life, Aldi Rinaldi, mengungkapkan bahwa capaian performa pada 2025 hanya menyentuh kisaran 70% hingga 80% dari target awal rencana bisnis perusahaan.
"Kalau performance 2025, kita kemarin hit memang di bawah plan tidak sampai 100%, kita sekitar 70%-80%. Oleh karena itu, kita coba evaluasi di tahun 2025 kemarin, kebetulan jajaran manajemen juga baru bergabung dan kita me-reset ulang," ujar Aldi dalam Press Conference Avrist Group Financial Forum 2026 di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Langkah pembenahan dilakukan melalui transformasi internal serta penataan ulang kanal distribusi. Manajemen kini memisahkan pengelolaan jalur keagenan dan non-agen secara seimbang agar dapat saling menyokong operasional bisnis.
Langkah tersebut diambil demi mengejar pertumbuhan yang lebih terukur sepanjang 2026. Perusahaan menegaskan fokusnya tidak hanya tertuju pada pendapatan bruto (top line), tetapi juga menjaga laba bersih (bottom line).
"Karena buat kita, bisnis itu kan yang paling utama quality, services, and compliance. Kita memang tidak agresif dan tidak punya kemampuan untuk menandingi mereka (kompetitor) yang sekarang melakukan strategi-strategi yang sangat agresif," kata Aldi.
"Kita cukup konservatif moderat dengan fokus pada produk-produk yang memang bisa men-generate bottom line," sambung Aldi.
Fokus pada Produk Tradisional
Struktur portofolio perusahaan saat ini masih didominasi oleh produk tradisional yang berkontribusi sekitar 70% sampai 80% pada tahun lalu. Sementara itu, untuk produk unit link, manajemen memilih mempertahankan status yang ada tanpa melakukan ekspansi penjualan.
"Kita fokus pada produk tradisional sesuai dengan arahan bisnis kita di tahun 2025. Porsi kita juga masih banyak di produk tradisional, 70%-80% produk tradisional. Unit link kita sudah maintaining statusnya kita tidak secara agresif untuk melakukan penjualan," ucap Aldi.
Sisa portofolio didukung oleh produk dwiguna (endowment) serta instrumen campuran lainnya. Manajemen Avrist Life saat ini juga tengah mematangkan diskusi untuk meluncurkan produk proteksi baru ke pasar.
Optimisme pencapaian target ditopang oleh kekuatan jaringan distribusi yang tersebar di 33 kota di Indonesia untuk memaksimalkan potensi pasar yang tersedia.
"Ini bisa meng-grab plan yang sudah kita setting di tahun kemarin untuk tahun 2026. Kita kurang lebih kita masukkan kurang lebih sekitar Rp 200 miIiar untuk new business," ujar Aldi.