PT Avia Avian Tbk (AVIA) menjalankan strategi peluncuran produk baru, perluasan jaringan distribusi, serta peningkatan kapasitas produksi guna memperkuat performa bisnis ke depan. Langkah strategis ini mencakup pengoperasian pabrik baru di Cirebon yang dijadwalkan mulai berproduksi pada semester II-2025.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Daniel Widjaja, mengungkapkan dalam risetnya di Jakarta pada Kamis (21/9/2023) bahwa emiten produsen cat ini memiliki prospek pertumbuhan yang kuat. Sebagaimana dilansir dari Investortrust, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini sebesar 10,1 persen menjadi Rp 7,4 triliun.
Daniel menjelaskan bahwa peluncuran tiga produk kategori menengah pada kuartal II-2023, yakni Admiral Wood Filler Epoxy, Admiral Cat Kapal, dan Aries Bling, menjadi salah satu motor penggerak volume penjualan. Perusahaan juga berencana merilis tujuh produk tambahan pada semester kedua tahun ini.
ÔÇ£Peluncuran produk baru mid-tier tersebut diharapkan berimbas terhadap peningkatan volume penjualan ke depan,ÔÇØ terangnya Daniel Widjaja, Analis Samuel Sekuritas Indonesia.
Ekspansi jaringan distribusi turut diperkuat untuk mencapai target layanan pengiriman satu hari sebesar 95 persen. Hingga semester I-2023, perusahaan telah menambah lima pusat distribusi utama dan sembilan pusat distribusi mini di berbagai wilayah.
ÔÇ£Kami yakin strategi ini akan membantu peningkatan penjualan AVIA ke depan. Hal ini diharapkan mendorong kami untuk memproyeksikan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ke depan, yaitu target pendapatan tahun ini diperkirakan naik 10,1% menjadi Rp 7,4 triliun,ÔÇØ terangnya Daniel Widjaja, Analis Samuel Sekuritas Indonesia.
Faktor lain yang mendukung efisiensi adalah tren penurunan harga bahan baku yang diprediksi meningkatkan margin laba kotor menjadi 42,2 persen. Daniel memperkirakan laba bersih perusahaan dapat menyentuh angka Rp 1,5 triliun dengan margin keuntungan bersih sebesar 20,9 persen pada akhir tahun.
Mengenai pengembangan infrastruktur, pembangunan pabrik di Cirebon diproyeksikan memberikan tambahan kapasitas produksi hingga 225 ribu ton. Fasilitas ini akan beroperasi secara bertahap mulai dari 100 ribu ton pada tahun pertama hingga mencapai kapasitas penuh pada 2026.
ÔÇ£Kami memperkirakan penambahan kapasitas ini akan membantu peningkatan volume penjualan AVIA menjadi 228 ribu ton pada 2025 dan 317 ribu ton pada 2026,ÔÇØ tulis riset tersebut Samuel Sekuritas Indonesia.
Samuel Sekuritas kemudian merevisi rekomendasi saham AVIA dari hold menjadi beli, meskipun target harga disesuaikan menjadi Rp 730 per saham. Penyesuaian ini merujuk pada pertumbuhan laba bersih semester I-2023 yang tercatat naik tipis 3,8 persen menjadi Rp 807 miliar.
Data keuangan menunjukkan segmen solusi arsitektur menyumbang 82,3 persen dari total penjualan perusahaan, atau setara Rp 2,9 triliun. Head of Investor Relations AVIA, Andreas Hadikrisno, menyebutkan inovasi produk menjadi fokus utama perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar.
Andreas menegaskan, perseroan terus membuat inovasi untuk meciptakan produk yang diinginkan masyarakat. Saat ini, perusahaan mengelola 114 pusat distribusi milik sendiri dan bekerja sama dengan lebih dari 56.000 toko bahan bangunan di seluruh Indonesia untuk menjaga rantai pasok.
Pabrik utama di Sidoarjo yang berdiri di atas lahan 11 hektare memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 213.000 metrik ton. Dengan operasional pabrik Serang dan rencana pabrik Cirebon, total kapasitas produksi perusahaan diperkirakan akan meningkat menjadi 511 ribu ton setelah seluruh fasilitas berfungsi penuh.