Bendahara Australia Jim Chalmers memerintahkan enam pemegang saham untuk melepas kepemilikan mereka di Northern Minerals pada Senin (18/5/2026). Langkah tegas ini diambil setelah muncul kekhawatiran mengenai upaya pihak-pihak yang terkait dengan China untuk mengambil alih kendali perusahaan tambang rare earth tersebut, sebagaimana dilansir dari Internasional.
Proyek yang sedang dikembangkan oleh Northern Minerals adalah rare earth berat Browns Range di Australia Barat. Komoditas ini memiliki peran sangat krusial bagi industri strategis seperti semikonduktor dan sektor pertahanan, di tengah upaya negara-negara Barat memangkas dominasi China.
Menurut Chalmers, keputusan penertiban kepemilikan saham tersebut dilakukan demi melindungi kepentingan nasional. Langkah ini juga diambil untuk memastikan kepatuhan menyeluruh terhadap kerangka aturan investasi asing yang berlaku di Australia.
"Kami menjalankan kerangka investasi asing yang kuat dan tidak diskriminatif, dan akan mengambil tindakan lanjutan jika diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional kami terkait masalah ini," ujar Chalmers dalam pernyataannya.
Pihak Northern Minerals menyatakan bahwa mereka telah mengetahui adanya perintah dari Bendahara Australia tersebut. Saat ini manajemen perusahaan sedang mempertimbangkan langkah berikutnya yang akan diambil.
Dampak dari pengumuman tersebut membuat saham Northern Minerals merosot lebih dari 8 persen ke level A$0,022. Nilai perdagangan ini menunjukkan penurunan drastis hingga kurang dari setengah harga penerbitan saham baru melalui penempatan yang terlaksana pada Oktober lalu.
Struktur pemegang saham perusahaan tambang ini memang telah menjadi sasaran beberapa intervensi pemerintah Australia dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, pemerintah telah mewajibkan lima pihak China untuk melepas saham mereka di Northern Minerals dengan alasan kepentingan nasional.
Otoritas Australia kemudian menemukan bahwa sebagian pihak tersebut ternyata menjual saham mereka kepada investor yang berbasis di Hong Kong bernama Ying Tak. Menanggapi hal itu, Chalmers mengeluarkan perintah sementara pada April terhadap Ying Tak untuk membatasi hak suara dalam rapat tahunan serta melarang penjualan sahamnya.
Perusahaan Ying Tak kini termasuk di antara enam entitas yang disebutkan dalam perintah penjualan saham terbaru. Hingga saat ini, Ying Tak tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar karena tidak mencantumkan nomor telepon maupun alamat email dalam registri perusahaan Hong Kong.
| Item | Detail |
|---|---|
| Perusahaan | Northern Minerals |
| Lokasi proyek | Browns Range, Australia Barat |
| Komoditas | Rare earth berat (heavy rare earths) |
| Alasan divestasi | Kekhawatiran pihak terkait China mencoba mengambil kontrol |
| Jumlah pemegang saham diperintahkan jual | 6 pihak |
| Tokoh yang mengeluarkan perintah | Treasurer Australia Jim Chalmers |