Perusahaan platform podcast Audible meresmikan toko audiobook fisik pertama di dunia bernama Audible Story House di kawasan Lower East Side, Manhattan, Amerika Serikat, pada Jumat (1/5/2026). Kehadiran gerai unik ini memberikan pengalaman literasi baru tanpa penggunaan media kertas atau buku fisik sama sekali.
Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, toko yang dijuluki sebagai toko buku tanpa buku ini memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan ribuan judul cerita melalui teknologi digital. Lokasi ini didesain sebagai ruang bagi para pecinta audio untuk berkumpul dan mengeksplorasi narasi suara dalam bentuk nyata.
CEO Audible, Bob Carrigan, memberikan penjelasan mengenai visi di balik pendirian ruang fisik tersebut di tengah dominasi pasar digital. Proyek inovatif ini direncanakan beroperasi sebagai gerai pop-up selama satu bulan penuh di New York.
"Ini adalah tempat fisik yang sepenuhnya didedikasikan untuk menghidupkan kisah-kisah (dari) audio," kata Bob Carrigan, CEO Audible.
Carrigan menyampaikan bahwa konsep menghadirkan toko tanpa buku fisik memerlukan daya imajinasi yang luar biasa besar untuk bisa terealisasi. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam menghidupkan pengalaman mendengarkan audiobook ke dalam interaksi kehidupan sehari-hari.
"Ini adalah ide yang cukup liar. Proyek ini membutuhkan imajinasi yang sangat besar untuk diwujudkan," kata Bob Carrigan, CEO Audible.
Di dalam toko, pengunjung akan menemukan rak-rak berisi tablet audio yang disebut story tiles sebagai pengganti buku konvensional. Alat tersebut dapat dimasukkan ke dalam pemutar khusus untuk mendengarkan cuplikan cerita melalui headphone yang tersedia di lokasi.
Audible Story House juga menyediakan fasilitas Listening Bar yang dibantu oleh petugas khusus bernama Story Tenders. Selain itu, terdapat ruangan dengan pengeras suara terintegrasi bagi pengunjung yang ingin mendengarkan audio secara komunal tanpa perangkat telinga.
Peningkatan konsumsi konten audio di Amerika Serikat menjadi latar belakang pembukaan toko ini, di mana penjualan audiobook mencapai 2,22 miliar dollar AS atau sekitar Rp 38,4 triliun pada 2024. Data Audio Publishers Association (APA) menunjukkan nilai tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.