Pasar laptop gaming kelas antusias kembali diguncang dengan kehadiran Asus ROG Strix Scar 18 (2026). Dikutip dari Media Indonesia, Asus memberikan kejutan besar melalui manajemen daya CPU yang belum pernah terjadi sebelumnya pada model tahun ini.
Monster 18 inci ini mendefinisikan ulang batasan performa laptop melalui pembaruan sistem termal dan teknologi layar. Peningkatan kemampuan CPU menjadi kunci utama untuk menangani komputasi kompleks sekaligus meminimalisir bottleneck pada resolusi tinggi.
Asus kini mengalokasikan total daya sistem sebesar 320W untuk menopang spesifikasi perangkat yang bertenaga. Sektor prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus mendapatkan aliran daya khusus hingga 145W, di samping keberadaan GPU NVIDIA GeForce RTX 5090.
Berkat adaptor daya 450W yang baru, komponen CPU ini bahkan mampu mempertahankan lonjakan daya hingga 200W pada beban kerja tertentu. Strategi ini menandai pergeseran tren di mana lonjakan performa tidak lagi bertumpu penuh pada kartu grafis.
| Komponen | Spesifikasi ROG Strix Scar 18 (2026) |
|---|---|
| Intel Core Ultra 9 290HX Plus (TDP hingga 200W) | NVIDIA GeForce RTX 5090 (175W) |
| 18" Mini LED 4K (3840x2400), 240Hz, 100% DCI-P3 | Hingga 128GB DDR5 RAM & 8TB PCIe 5.0 SSD |
| Thunderbolt 5, Wi-Fi 7, HDMI 2.1 | 450W (Naik dari 380W) |
Layar Mini LED 4K 240Hz dan Sistem Pendingin Ekstrem
Asus menyematkan panel Mini LED 4K 240Hz pertama di dunia untuk ukuran 18 inci. Layar ini menawarkan kontras yang jauh lebih dalam, tingkat kecerahan tinggi, dan akurasi warna 100% DCI-P3 melalui sertifikasi ROG Nebula ELMB.
Untuk menjinakkan panas dari total daya 320W, solusi termal laptop direnovasi total menggunakan Vapor Chamber End-to-End yang menutupi komponen vital. Heatsink perangkat memakai sirip tembaga tipis 0,1 mm dengan total area pelepasan panas mencapai 246.898mm┬▓.
Konsekuensi dari peningkatan performa ekstrem ini berdampak langsung pada aspek portabilitas. Model generasi 2026 ini memiliki bobot 400 gram lebih berat dibandingkan dengan pendahulunya, menjadikannya salah satu laptop paling masif di pasaran.
Analisis Kelebihan dan Kekurangan
Produk ini menawarkan performa CPU paling ekstrem di kelas laptop saat ini serta teknologi layar Mini LED 4K 240Hz yang belum ada tandingannya. Pengguna juga mendapatkan dukungan masa depan lewat ketersediaan Thunderbolt 5 dan kapasitas RAM hingga 128GB.
Sistem pendingin bawaan dirancang optimal untuk beban kerja berkelanjutan tanpa risiko throttling. Namun, bobot yang meningkat signifikan berpotensi mengurangi mobilitas, ditambah komponen GPU RTX 5090 tidak mengalami peningkatan daya dibanding generasi sebelumnya.
Hingga saat ini, pihak produsen belum memberikan informasi resmi mengenai harga retail dalam mata uang Rupiah maupun tanggal ketersediaan di pasar Indonesia. Laptop ini diproyeksikan bagi kalangan profesional dan hardcore gamer yang membutuhkan performa setara komputer desktop.