ASUS resmi memperkenalkan laptop bisnis premium ExpertBook Ultra di Jakarta pada Kamis (7/5/2026) yang mengintegrasikan performa kecerdasan buatan (AI) kelas enterprise dengan desain ultra-tipis. Perangkat flagship ini diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan profesional modern terhadap mobilitas tinggi dan produktivitas komputasi berbasis AI.
Produk terbaru ini menonjolkan portabilitas dengan berat hanya 0,99 kilogram serta ketebalan 10,9 milimeter, sebagaimana dilansir dari Suara. Material magnesium-aluminium kelas kedirgantaraan AZ31B digunakan pada bodi perangkat guna memastikan daya tahan ekstrem yang didukung baterai 70Wh dengan klaim ketahanan hingga 26 jam.
Gita Wirjawan, Brand Ambassador ASUS Commercial Business Indonesia, menilai spesifikasi tersebut sangat relevan bagi kalangan eksekutif. Fleksibilitas pengisian daya juga menjadi keunggulan utama dalam menunjang ritme kerja yang cepat.
"Bagi profesional yang sering berpindah antara bandara internasional, kafe premium, hingga ruang rapat eksekutif, ASUS ExpertBook Ultra menjadi perangkat ideal," ujar Gita Wirjawan.
Keunggulan lain terletak pada efisiensi waktu operasional perangkat. Pengguna hanya membutuhkan waktu pengisian daya yang singkat untuk mendapatkan durasi penggunaan yang panjang.
"Dia menambahkan, bobot 0,99 kg serta kemampuan menghadirkan hingga enam jam produktivitas hanya dengan pengisian daya 15 menit menghadirkan definisi baru mobilitas berdaya tinggi," tambah Gita Wirjawan.
Dapur pacu laptop ini menggunakan prosesor Intel Core Ultra X9 Series 3 yang didukung Neural Processing Unit (NPU) hingga 50 TOPS. Komponen tersebut memungkinkan pemrosesan aplikasi AI generatif dan bahasa alami dilakukan secara lokal tanpa bergantung pada koneksi cloud.
Global Account Sales Director Intel APJ, Simon Chan, menyatakan bahwa perangkat ini dirancang untuk memaksimalkan efisiensi kerja. Dukungan tenaga pemrosesan yang besar menjadi kunci utama bagi aplikasi bisnis masa depan.
"ASUS ExpertBook Ultra mampu memaksimalkan hingga 50 TOPS performa komputasi dari NPU terbaru kami," kata Simon Chan.
Peningkatan kapabilitas ini memberikan jaminan performa bagi pengguna di sektor profesional. Efisiensi tinggi tetap terjaga meskipun menjalankan beban kerja AI yang kompleks.
"Kapabilitas ini memastikan pengguna profesional memiliki tenaga pemrosesan untuk menjalankan aplikasi bisnis berbasis AI yang kompleks dengan efisiensi tinggi," imbuh Simon Chan.
Sisi visual diperkuat dengan layar sentuh 14 inci 3K Tandem OLED 120Hz yang memiliki tingkat kecerahan 1.400 nits. Fitur keamanan juga diperketat melalui paket AI enterprise MyExpert AI dan dukungan Microsoft Copilot+ untuk manajemen data sensitif.
Lee Edgerton, Senior Partner Development Manager Microsoft Asia, menekankan pentingnya kemampuan AI lokal dalam ekosistem perusahaan. Hal ini berkaitan erat dengan keamanan informasi korporasi yang bersifat rahasia.
"Pengguna enterprise kini dapat menjalankan transkripsi rapat kompleks, penerjemahan real-time, hingga pencarian dokumen berbasis RAG langsung di perangkat," ujar Lee Edgerton.
Penerapan teknologi ini juga bertujuan untuk menghilangkan kendala teknis saat bekerja. Perlindungan data menjadi prioritas utama dalam fitur-fitur yang disediakan.
"Dia menambahkan, hal ini memastikan latensi nol serta perlindungan data yang optimal untuk informasi korporasi sensitif," lanjut Lee Edgerton.
Untuk performa grafis, perangkat ini menggunakan GPU terintegrasi Intel Arc B390 yang diklaim melampaui kartu grafis diskrit pada pengujian tertentu. ASUS memasarkan ExpertBook Ultra di pasar Indonesia dengan harga mulai dari Rp38,4 juta.